Salin Artikel

Lima Destinasi Asyik Buat "Selfie" di Bulgaria (3)

Namun, seringkali daftar yang Anda buat terlalu panjang, sehingga tidak benar-benar merepresentasikan "destinasi wajib kunjung" sebagai yang laik dikenang seumur hidup.

Nah, bisa jadi saat berwisata ke Bulgaria pun Anda mengalami kebingungan. Hal ini dimungkinkan, karena negara semenanjung Balkan ini punya banyak destinasi wisata yang akan membuat kita sampai pada ekstase "tingkat dewa".

Betapa tidak, Bulgaria ibarat sekeping surga, merupakan kuali dari berbagai macam pengaruh kepentingan yang terakulturasi dengan baik dalam kemasan seni, arsitektur, makanan, gaya hidup, dan juga reliji.

Tak mengherankan jika di negara yang merupakan produsen lactobacilus bulgaricus nomor wahid ini, kita bisa menemukan destinasi wisata natural dalam saujana yang memesona sekaligus juga lokasi-lokasi yang merupakan buah karya kreatif manusia (man made).

Berikut lima destinasi yang menarik didokumentasikan sekaligus terlalu asyik jika tak dijadikan obyek penyempurna potret diri alias "selfie":

1. Katedral The Saint Alexander Nevsky

Katedral terbesar di Eropa Tenggara ini mengadopsi langgam arsitektur Bizantium Roman. Demikian menakjubkan dan niscaya membuat siapa saja yang melihatnya akan berdecak kagum.

Ke mana pun Anda berada di Sofia, katedral ini tidak akan pernah hilang dari pandangan. Bagaimana kisah di balik mahakarya yang indah nan memesona ini? 

Dibangun pada akhir 1800-an, tempat ibadah ini merupakan kebanggaan Sofia alias the pride of Sofia yang menghiasi cakrawala kota. 

Menempati lahan seluas 3.170 meter persegi dengan tinggi 45 meter, katedral The Saint Alexander Nevsky memiliki kubah berlapis emas dengan salib yang juga dari emas.

Tempat suci ini bukan sekadar struktur gereja bagi umat Kristen Ortodoks, juga simbol kebebasan yang didedikasikan untuk tentara Rusia yang membantu kebebasan Bulgaria dari pendudukan Turki pada 1878.

Terinspirasi oleh kemegahan Bizantium kuno, Pomeratsev merevisi rancangan asli Bogomolov. Majelis gereja menyetujui desain Pomeratsev tak lama setelah itu, dan pembangunan Katedral dimulai tahun 1904.

Pomeratsev sendiri mengawasi bangunan tersebut dengan bantuan arsitek Alexander Smirnov dan Alexander Yakovlev. Pada tahun 1912, Katedral selesai dibangun.

Tak hanya para arsitek piawai, pembangunan katedral The Saint Alexander Nevsky ini juga melibatkan lebih dari 40 perajin dari seluruh Eropa Timur.

Banyak bahan yang digunakan dalam membangun katedral diimpor dari negara lain, khususnya marmer berwarna-warni, perlengkapan lampu dari Munich, mosaik Venesia, alabaster Afrika, dan onyx Brasil.

2. Belogradchik Rocks

Belogradchik Rocks merupakan gugusan patung batu yang terletak di sebelah barat kota Belogradchik, di pegunungan Balkan.

Warnanya yang merah bata, kontras dengan indahnya hutan hijau, dan padang rumput subur serta kebun-kebun anggur kecil di sekitarnya.

Gugusan patung ini merupakan fenomena alam yang sangat indah dan unik bagi Balkan serta  merupakan kekhasan yang demikian penting di seantero Eropa.

Misalnya, Madonna, para bhikhu, penunggang kuda; gadis sekolah, darwis, beruang, Adam dan Hawa, benteng, cuckoo, Leo, unta, Orpheus hingga prosesi pernikahan yang terbentuk sedemikian rupa.

Batu-batu Belogradchik dinominasikan sebagai "New 7 Wonders of Nature" Dunia pada 2007.

3. Kota Tua Plovdiv

Plovdiv merupakan kota terbesar kedua, dan pusat administrasi bagi Distrik Plovdiv, Maritsa dan Rodhopi.

Selain Bulgaria, Plovdiv dihuni orang-orang asal Armenia, Yahudi, Yunani, Turki dan Gipsi.

Tak mengherankan, jika kota ini dijadikan sebagai hub dalam rantai rute transportasi yang menghubungkan Eropa dan Asia Kecil, serta persimpangan tiga koridor pan-Eropa (IV, VIII dan X). 

Menariknya, kota ini memiliki zona bebas bea dan terminal pabean, seiring pembangunan terminal intermoda.

Untuk diketahui, Plovdiv adalah kota tertua di Eropa dan tertua keenam di dunia yang dibangun awal abad 6 sebelum Masehi. Detak kehidupannya tak pernah berhenti, bahkan hingga dini hari.

Plovdiv adalah titik awal dari banyaknya tujuan wisata para pelancong lokal dan mancanegara.

Dengan menjelajah kota tua ini, Anda akan menemukan perspektif berbeda saat zaman Romawi, melalui Teater Kuno, Stadion Romawi, Kompleks Forum dan Basilika Kristen.

4. Rila Mountains

Beberapa sungai besar Bulgaria (Iskar, Maritsa, Mesta) berawal dari Rila dan lebih dari 200 danau glasial terletak di gunung ini.

Di sini pula terdapat Taman Nasional Rila yang di dalamnya terdapat 4 cagar alam yakni "Parangalitsa", "Skakavitsa", "Ibar", dan "Rila Tengah". Selain itu, terdapat satu taman Alam yakni "Hutan Rila Monastery".

Tak seperti Plovdiv atau katedral The Saint Alexander Nevsky yang mudah dijangkau, untuk menuju Rila, Anda harus mendaki selama 2 jam.

Lamanya waktu perjalanan ini hanya akan membawa Anda ke tempat peristirahatan pertama. Sementara untuk sampai di puncak tertinggi, butuh waktu antara 7 hingga 8 jam. JIka musim salju, pendakian akan lebih lama lagi.

Terdapat dua rute pendakian untuk melewati wilayah Pegunungan Rila dengan 20 pondok peristirahatan serta dan 5 tempat perlindungan. Di sini Anda bisa bermalam dan memesan makanan.

Rila sangat populer sebagai destinasi wisata alam. Anda bisa mendaki sendiri karena rute trekking tertentu ditandai dengan baik. 

Namun, jika Anda lebih tertarik untuk jalur yang lebih sulit, sebaiknya memilih tur berpemandu.

5. Rila Monastery

Belum sah ke Bulgaria tanpa berwisata reliji ke Rila Monastery atau Biara Rila yang ditemukan pada abad pada abad X.

Hingga kini, Biara Rila dapat kita saksikan dengan kekhasannya, dan langgam arsitektural abad pertengahan yang memanjakan mata.

Biara Rila terletak di ketinggian 1.477 meter di tengah hutan konifera Pegunungan Rila. Banyak turis berkunjung ke sini untuk berdoa, atau sekadar menapaktilasi perjalanan reliji.

(Bersambung)

https://travel.kompas.com/read/2018/02/05/072200727/lima-destinasi-asyik-buat-selfie-di-bulgaria-3

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.