Salin Artikel

Geblek, Cireng Khas Kulon Progo

KULON PROGO, KOMPAS.com - Geblek merupakan nama salah satu makanan khas Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Dibuat dari adonan tepung singkong, rasanya asin dan gurih.

Geblek sering disamakan dengan cireng karena bahan baku yang digunakan, tapi keduanya berbeda bentuk dan ukuran. Geblek berwarna putih, bentuknya serupa angka delapan, dan punya tekstur kenyal ketika dikunyah.

Cireng dan geblek juga punya perbedaan soal rasa. Cireng memiliki banyak rasa, sedangkan geblek yang berkembang pesat di Kulon Progo rata-rata asin dan gurih.

Geblek merupakan jajanan umum di Kulon Progo, seperti halnya pisang goreng, mendoan, tahu, dan ubi goreng. Oleh karena itu, geblek mudah ditemui mulai dari pedagang kaki lima sampai dengan jadi sajian rumah makan.

Nuryani bekerja sebagai juru masak geblek di warung Geblek Pari Nanggulan (Pari) di Dusun Pronosutan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Yogyakarta. Ia menceritakan bagaimana geblek menjadi makanan nikmat setelah digoreng selama 20 menit pada minyak panas.

Kulit luar berasa agak krispi tapi tetap kenyal saat dikunyah. Geblek menjadi salah satu menu favorit di warung Pari.

Nuryani mengaku menyajikan geblek antara 10-15 porsi setiap hari. Satu porsi geblek di Pari terdiri 6 biji geblek dalam 1 piring. Porsi yang cukup banyak untuk satu orang.

"Tapi kalau di bulan Ramadhan begini hanya sekitar 5-7 porsi sehari," kata Nuryani, Jumat (1/6/2018).

Berbeda orang berbeda pula cara menikmati kuliner, termasuk cara menikmati geblek. Nuryani menganjurkan makan geblek selagi masih hangat.

"Kalau dingin kenyal sekali. Kalau orang tua susah makannya," katanya.

Makan geblek, menurut Nuryani, tidak begitu saja. Geblek biasanya dimakan bersama besengek, yakni tempe lembut yang kuat rasa gurih santan kelapa. Perpaduan keduanya dirasa cara terbaik menikmati geblek.

"Geblek sudah asin. Makan sama besengek maka akan tambah gurih," kata Nuryani.

Tapi tiap orang boleh saja menikmati dengan cara masing-masing, termasuk makan pakai sambal rawit yang tersedia di warung Pari.

"Sedangkan minumnya biasanya manis," kata Nuryani.

Ubud di Kulon Progo

Warung Geblek Pari Nanggulan berada di pinggir sawah. Warung ini memanfaatkan sebuah halaman lapang sebagai tempat makan para pengunjung.

Banyak pohon tumbuh di halaman itu. Meja kursi untuk tempat makan bertebaran rapi di antara pohon.

Ada kesan klasik dan 'desa' karena joglo kecil dari kayu dan bangunan bambu atap galvalum di halaman itu.

Daya tarik terbesarnya bukan sekadar tata ruang halaman, tetapi panorama dari halaman warung Pari itu. Sejauh mata memandang, tersaji hampar sawah yang hijau, menguning atau sedang dipanen.

Semua berlatar barisan perbukitan Menoreh. Netizen sering menyebut panorama sawah Nanggulan ini sebagai 'Ubud Bali' di Kulon Progo.

Karena panorama padi inilah maka warung diberi nama yang sama.

"Dekat sawah, makanya disebut Pari Nanggulan. Pari itu (bahasa jawa) padi," kata Prayeti, karyawan warung.

Warung Pari menawarkan masakan khas desa, seperti: sayur brongkos, sayur lodeh, dan sop. Lauknya ada telur, cakar ayam bacem, tahu bacem, dan ikan.

Penataan kedai membangkitkan kesan seperti berada di rumah sendiri. Pengunjung bebas mengambil nasi dan sayur di dapur, sebanyak yang diinginkan.

Sambil masuk dapur, pengunjung bisa menyaksikan sang para tukang masak bekerja dengan peralatan tradisional.

Minumnya pesan sendiri, ada teh, jeruk, teh serai, jeruk nipis serai, kopi, dan teh bunga rosella. Kalau tidak ingin makan berat bisa juga membeli geblek, bakwan, tempe, dan pisang goreng.

Warung ini mudah didatangi. Mereka yang datang dari Yogyakarta, maka pilihlah lewat Jalan Godean, masuk ke perempatan Kenteng Nanggulan, dan ikuti banyak petunjuk warung Pari.

Warung juga bisa jadi rujukan bagi wisatawan yang habis piknik ke Air Terjun Kedung Pedut, Air Terjun Grojogan Sewu, Goa Kiskendo, dan objek wisata lain di Girimulyo.Mereka yang turun dari Girimulyo menuju kota Yogya akan melewati area Pasar Wage Kenteng Nanggulan.

https://travel.kompas.com/read/2018/06/02/082538427/geblek-cireng-khas-kulon-progo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calendar of Event 2022 Kulon Progo, Ada Ratusan Kegiatan Pendukung Pariwisata

Calendar of Event 2022 Kulon Progo, Ada Ratusan Kegiatan Pendukung Pariwisata

Travel Update
Jepang Kurangi Masa Karantina Kedatangan dari Luar Negeri Jadi 7 Hari

Jepang Kurangi Masa Karantina Kedatangan dari Luar Negeri Jadi 7 Hari

Travel Update
Desa Coumboscuro di Italia yang Ternyata Tidak Pakai Bahasa Italia

Desa Coumboscuro di Italia yang Ternyata Tidak Pakai Bahasa Italia

Jalan Jalan
Tempat Bernuansa China yang Pas Dikunjungi Saat Imlek

Tempat Bernuansa China yang Pas Dikunjungi Saat Imlek

Jalan Jalan
Filipina Akan Cabut Larangan Masuk Turis Asing Mulai 10 Februari

Filipina Akan Cabut Larangan Masuk Turis Asing Mulai 10 Februari

Travel Update
Indonesia Masuk Daftar Negara Hijau Qatar, Bisa Bebas Karantina

Indonesia Masuk Daftar Negara Hijau Qatar, Bisa Bebas Karantina

Travel Update
7 Tempat Wisata Sekitar Puncak Argapura Ketep Pass Magelang

7 Tempat Wisata Sekitar Puncak Argapura Ketep Pass Magelang

Jalan Jalan
Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Travel Update
Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Jalan Jalan
Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Travel Update
Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Jalan Jalan
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Travel Update
Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Travel Update
Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Travel Update
Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.