Salin Artikel

Pemandu Wisata di Manado Sambung Hidup Jadi Pengemudi Online dan Jualan Masker

JAKARTA, KOMPAS.com - Pramuwisata atau pemandu wisata menjadi profesi yang terdampak akibat pandemi virus corona.

Sebagai garda terdepan yang berkomunikasi langsung dengan wisatawan, mereka kini kehilangan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manado David Togas.

Pandemi virus corona membuat pemandu wisata di Manado banting setir ke beberapa pekerjaan lainnya, salah satunya pengemudi online.

"Kami memiliki wadah untuk komunikasi melalui grup WhatsApp DPC HPI Kota Manado, beberapa menawarkan produk online, seperti masker, handshop, hand sanitizer, kue dan lainnya," kata David saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

"Ada juga yang menjalani pekerjaan sebagai pengemudi online," lanjut David.

David menambahkan hasil pendapatan tersebut sebenarnya tak mencukupi di situasi seperti ini.

Ia mengatakan pemandu wisara akan sangat sulit untuk dapat bertahan dari dampak virus corona mengguncang industri pariwisata.

"Sejauh ini, sebagian bisa bertahan dengan adanya bantuan sembako dari asosiasi stakeholder dan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Sulawesi Utara," kata David. 

Namun ia mengatakan penerima bantuan tersebut tidak menyentuh semua pemandu wisata Manado.

"Hanya sebagian saja yang mendapatkan pembagian tersebut," ujarnya.

Lanjutnya, dengan situasi seperti ini pemandu wisata di Manado masih berusaha bertahan semaksimal mungkin terkait finansial.

Namun David tak dapat memprediksi akan sampai kapan HPI Manado dapat bertahan.Kini, ia berharap perhatian dan simpati dari pemerintah selaku mitra kerja HPI.

David mengapresiasi DPP (Dewan Pimpinan Pusat) HPI yang terus memberikan perkembangan informasi terbaru. 

Pengurus DPP HPI sendiri telah memfasilitasi pendataan anggota untuk mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bantuan dijanjikan dalam bentuk tunjangan selama beberapa bulan ke depan.

HPI Manado keluhkan sulitnya pendaftaran di website Kartu Pra Kerja

Tak hanya mengeluhkan bantuan yang tak kunjung merata, David mengatakan Kartu Pra Kerja yang digadang menjadi bantuan utama untuk pemandu wisata belum tepat sasaran.

Ia menceritakan bahwa tak ada satu pun anggota HPI Manado yang lolos pendaftaran Kartu Pra Kerja di website resmi.

"Informasi yang kami dapatkan dari teman-teman yang sudah mendaftar di website Kartu Pra Kerja, tidak ada satu pun yang lolos (sudah melebihi kuota)," katanya.

Ia juga menyinggung soal fasilitas pelatihan yang ada dalam Kartu Pra Kerja. Menurutnya, pada masa seperti sekarang, unsur tersebut tidak tepat sasaran.

Pemandu wisata lebih butuh uang tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar, kata dia.

"Saat ini yang kami butuhkan adalah bantuan berupa kebutuhan dasar atau tunai, untuk menopang kehidupan," ungkapnya.

Sekadar catatan, David menambahkan bahwa sebagian besar dari anggota DPC HPI Manado sudah mengantongi Sertifikasi Profesi Pemandu Wisata dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Manado sendiri diketahui menjadi bagian dari tiga destinasi wisata yang paling terdampak virus corona.

Hal ini disampaikan Kemenparekraf melalui Deputi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, Jumat (21/2/2020).

Sekitar satu minggu sebelum pemerintah mengumumkan kasus pertama virus corona di Indonesia, Manado telah mengalami imbas berkurangnya wisatawan asal China.

"Tutupnya penerbangan dari dan ke China membuat destinasi wisata di Manado mengalami dampak paling besar," kata Nia kepada Kompas.com.

Namun kala itu Nia mengatakan kementerian belum selesai menghitung data dampak isu virus corona terhadap pariwisata Manado.

"Hingga kini data yang kami terima, kita kehilangan 13 persen wisatawan China," ujarnya.

Dua destinasi yang terdampak paling besar lainnya adalah Bali, dan Kepulauan Riau.

Untuk Bali karena merupakan pilihan wisata mancanegara. Sementara Kepulauan Riau dibagi menjadi dua daerah terdampak yaitu Bintan dan Batam.

Nia menyebutkan Batam menyasar wisatawan Singapura, sedangkan Bintan menyasar wisatawan China.

"Jadi sudah pasti kena mereka, sudah pasti terdampak. Itu berdasarkan data BPS," lanjutnya.
Namun, kata Nia bukan berarti destinasi wisata lain tidak mengalami dampak dari isu virus corona.

https://travel.kompas.com/read/2020/04/20/101100227/pemandu-wisata-di-manado-sambung-hidup-jadi-pengemudi-online-dan-jualan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.