Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Wall's Indonesia Menjawab Alasan Bentuk Es Krim Viennetta Sekarang Beda dengan Era '90an

JAKARTA, KOMPAS.com – Kembalinya es krim Viennetta keluaran Wall’s Indonesia disambut dengan animo besar dari masyarakat Indonesia.

Kala es krim Viennetta secara resmi dijual pada 1 April 2020, mereka yang lama menanti es krim legendaris ini langsung berburu ke minimarket terdekat.

Kendati demikian, masyarakat sempat bingung dengan kehadiran es krim Vienetta yang baru.  

Bentuk es krim Viennetta saat ini memiliki lapisan tidak sebanyak es krim Viennetta pada era '90-an.

Seorang pengguna Twitter @bucinnyagodtbas menuturkan bahwa bentuk es krim Viennetta terlihat seperti hilang separuh.

“Emang sih kayaknya enakan yang dulu dari bentuknya aja kayak dipangkas 50 persen, tapi kalau diluar negeri viennetta nya masih bentuk yang dulu di indo aja kek ilang setengah :((“

Dia mengatakan bahwa saat es krim tersebut dijual kembali, dia kira es krim tersebut bukanlah yang asli.

“@wallsidn versi indonesia viennettanya edisi corona kah?tdnya saya pikir vienneta indonesia yg beredar KW, masa di bandingin ama negara2 tetangga koq pny indonesia paling menyedihkan.”

Kompas.com mencoba bertanya kepada Wall’s Indonesia mengenai alasan di balik bentuk es krim Viennetta baru yang berbeda dengan yang lama.

“Dalam melakukan inovasi, Wall’s selalu mempertimbangkan berbagai hal yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di negara tersebut,” kata Head of Marketing Ice Cream PT Unilever Indonesia Tbk, Arya Bahupringga, kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

“Dengan sedikit penyesuaian, Wall’s Viennetta tetap menghadirkan kualitas rasa creamy yang lezat di setiap irisan dengan bentuk ikonik vanilla wave yang sama dengan Viennetta yang ada di Indonesia sebelumnya,” imbuhnya.

Bentuk es krim Viennetta yang berbeda membuat beberapa netizen bernostalgia akan versi lamanya. Salah satunya adalah pengguna Twitter @SinergyMind.

“Dulu jadul tiga lapis, sekarang cuma satu. Cinta pertama memang tak pernah bohong.”

“Kalau dibandingin yang dulu, lebih tinggi dan tebal. Sedangkan kalau sekarang lebih pendek. Seharusnya yang di Indonesia bisa juga kayak es krim Viennetta di negara lain (yang lebih tebal),” kata Meliana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/4/2020).

Dia mengatakan bahwa dari ukuran rasa, es krim Viennetta cukup layak untuk dicoba.

Namun menurutnya akan lebih layak dan lebih puas untuk dicicipi jika bentuknya tidak seperti saat ini.

Selanjutnya, dia juga menyayangkan es krim Viennetta sekarang yang terlalu cepat meleleh saat di suhu ruangan.

Senada dengan hal tersebut, Elizabeth Mutiara Apriliani (19) asal Surabaya, akrab disapa Abeth, mengatakan bahwa es krim Viennetta saat ini tidak sesuai dengan ekspektasinya.

“Dibanding versi dulu, Viennetta yang sekarang lebih nyusut bentuknya. Dulu bisa dua tingkat, sekarang cuma satu tingkat doang lapisannya,” kata Abeth.

Ekspektasi Abeth akan es krim Viennetta yang baru seharusnya persis dengan bentuk yang lama. Namun, kenyataannya saat ini hanyalah setengah dari bentuk aslinya.

Jaka Indra B. (22) asal Bogor juga menuturkan kekecewaannya akan bentuk yang dia dapat saat ini. Sebagai konsumen lama, dia berharap bahwa es krim Viennetta tersebut sama dengan versi lamanya.

Kendati demikian, dia tetap positif dan menganggap bahwa es krim yang baru dirilis tersebut merupakan sebuah bentuk percobaan.

“Mungkin sekarang masa tester kali ya. Untuk melihat sejauh mana konsumen minatnya,” kata Jaka.

https://travel.kompas.com/read/2020/04/23/214100327/wall-s-indonesia-menjawab-alasan-bentuk-es-krim-viennetta-sekarang-beda

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+