Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Yunani Berencana Datangkan Turis pada Juli 2020

KOMPAS.com – Melihat lockdown mulai dicabut di Eropa, Yunani berencana untuk membuka kembali negaranya pada musim panas mendatang yakni mulai 1 Juli 2020.

Kendati demikian, musim panas ini disebutkan tidak akan menjadi musim wisatawan seperti biasa.

Wisatawan tetap dapat melihat-lihat dan menikmati matahari Yunani.

Namun, ada kemungkinan mereka tidak bisa berpartisipasi dalam aktivitas kehidupan malam yang sebagian besar merupakan pendapatan pariwisata negara tersebut.

“Pengalaman pariwisata musim panas ini mungkin akan sedikit berbeda dari apa yang kamu miliki di tahun-tahun sebelumnya,” kata Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, kepada CNN, mengutip Travel and Leisure, Kamis (7/5/2020).

“Bar mungkin tidak akan buka atau tidak ada kerumunan orang. Namun kamu tetap bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa di Yunani, jika pandemi global terlihat menurun,” lanjutnya.

Menurut Johns Hopkins University, Yunani mampu menahan penyebaran virus corona hanya pada 2.663 orang.

Sementara itu, hanya terdapat 147 kematian saja yang dilaporkan terkait dengan virus corona sejak pandemi virus corona melanda Yunani.

Anak-anak diharapkan untuk kembali ke sekolah pada 11 Mei.

Sementara pertokoan dan restoran dijadwalkan untuk kembali buka pada 1 Juni. Hotel-hotel di perkotaan juga diharapkan untuk buka pada awal Juni.

Apabila semua berjalan sesuai rencana, Yunani membayangkan adanya kegiatan pariwisata yang lebih kecil.

Pariwisata berfokus pada pelanggan yang akan tinggal di hotel butik dan ikut dalam kunjungan intim seperti agrowisata atau perjalanan yacht.

Senada dengan Mitsotakis, Menteri Pariwisata Yunani Harry Theocharis, menurut Reuters, Rabu (29/4/2020), mengatakan mereka berencana untuk menyambut kembali wisatawan pada Juli 2020.

Selain itu, pemerintah juga akan mulai melonggarkan lockdown pada 4 Mei secara bertahap.

“Saya rasa ini adalah pertanyaan sejuta dolar. Kami bertujuan untuk memuka kembali sekitar bulan Juli,” kata Theocharis kepada Reuters TV.

“Musim ini tidak akan seperti tahun-tahun lainnya. Merupakan hal yang bodoh bagi saya untuk percaya bahwa ini bisa terjadi. Namun, masih banyak yang bisa kita lakukan untuk membuka ekonomi pariwisata kembali,” lanjutnya.

Kendati pemerintah Yunani berharap menyambut kembali wisatawan pada Juli 2020, tetapi penggiat hotel pesimis akan hal tersebut. 

Mereka khawatir akan pandemi virus corona yang membuat pantai sepi dan wisatawan menjauh.

Pariwisata merupakan pendapatan utama di Yunani. Pada 2019, industri tersebut menarik 34 juta pengunjung.

Industri berhasil menyumbang sebanyak 19,52 miliar dolar AS setara dengan Rp 290 triliun untuk Yunani.

Industri pariwisata juga menyediakan lapangan kerja bagi lebih kurang satu dari lima tenaga kerja.

“Pariwisata sedang menghadapi krisis terbesarnya di generasi kita,” kata Presiden dari asosiasi hotel Corfu, Charalambos Voulgaris, yang merupakan pemilik dari dua resor di Laut Ionia.

Lockdown yang berlaku dari 23 Maret untuk menghentikan penyebaran virus corona diperkirakan memberi dampak serius pada industri pariwisata. 

Menurut Passenger Shipping Business Association, lalu lintas penumpang menurun hingga 90 persen untuk kapal feri.

Sementara menurut Civil Aviation Authority, lalu lintas penumpang untuk penerbangan domestik dan internasional menurun hingga 59 persen pada Maret 2020.

“Kami akan memiliki tingkat hunian yang sangat rendah. Kami tidak tahu apakah hotel kami akan buka, kapan mereka akan buka. Jadi, saat ini kami berada di ambang masa yang sangat sulit,” tutur Voulgaris.

Seluruh pelancong internasional yang saat ini tiba di Yunani harus mendarat di Athena dan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk uji cepat virus corona.

Misotakis menuturkan bahwa dia berharap program tersebut meluas ke negara lain, setidaknya di Eropa.

Melalui sebuah konferensi video dengan beberapa pemimpin negara lain, Misotakis mengusulkan “koridor keamanan”.

Menurut The Greek Reporter, hal tersebut nantinya akan memungkinkan warga negara dengan jumlah virus corona yang stabil untuk melakukan perjalanan akhir tahun ini.

Beberapa pemimpin negara yang hadir dalam konferensi video tersebut termasuk Austria, Denmark, Norwegia, Israel, Singapura, Republik Ceko, dan Australia.

Negara-negara Eropa lain tengah kembali ke normal secara perlahan setelah lockdown berminggu-minggu lamanya.

Pekan ini, Italia dan Spanyol mulai mencabut pembatasan yang diberlakukan selama puncak wabah virus corona terjadi di sana.

https://travel.kompas.com/read/2020/05/16/080400827/yunani-berencana-datangkan-turis-pada-juli-2020

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Travel Update
Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Segini Tarifnya

Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Segini Tarifnya

Jalan Jalan
Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Travel Update
New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Travel Update
Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Travel Update
Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Travel Update
Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Travel Tips
Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary
Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Travel Tips
Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Jalan Jalan
Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+