Salin Artikel

Turis Asing yang Ajak WNA Tinggal di Bali Kena Deportasi 6 Bulan

KOMPAS.com – Seorang wisatawan mancanegara (wisman) bernama Kristen Antoinette Gray yang postingannya di Twitter viral beberapa hari lalu karena mengajak wisman lain untuk pindah ke Bali selama pandemi Covid-19 dideportasi selama enam bulan.

“Pasangannya juga akan dideportasi bersama-sama. Enam bulan itu tidak boleh masuk ke Indonesia,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Wilayah Bali, Jamaruli Manihuruk, dalam konferensi pers virtual di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Selasa (19/1/2021).

Adapun, pendeportasian merupakan sanksi yang diberikan kepada warga negara asing (WNA) yang tidak menaati aturan dan undang-undang di Indonesia.

Kebijakan tersebut tertera dalam Pasal 75 ayat 1 dan 2 huruf f Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Jamaruli melanjutkan, proses pendeportasian akan dilakukan sesegera mungkin saat tiket pesawat menuju Amerika Serikat (AS) sudah tersedia.

Kendati demikian, dirinya belum mengetahui pasti kapan hal tersebut akan terjadi karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Adapun, pendeportasian itu dilakukan harus langsung ke negaranya. Artinya, tiketnya itu tidak mampir kemana-mana.

“Kalau mampir, misalnya ke Abu Dhabi, bisa saja. Tapi tidak boleh keluar dari sana. Tiketnya itu harus langsung ke negaranya,” jelas Jamaruli.

Untuk sementara waktu sembari menunggu tersedianya penerbangan langsung ke AS, Gray dan pasangannya akan ditempatkan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.

Ajak WNA pindah ke Bali di tengah pandemi Covid-19

Pada Minggu (17/1/2021), Gray mengunggah sebuah ajakan lewat akun Twitter @kristentootie yang ditujukan kepada para WNA untuk pindah ke Bali di tengah pandemi Covid-19.

Lewat utas yang diunggah, Gray memberikan perbandingan biaya yang harus dia keluarkan selama tinggal di AS dan di Bali, Indonesia.

Adapun, ajakan diserukan oleh Gray lantaran dia merasa biaya hidup di Pulau Dewata murah. Selain itu, dia menganggap bahwa Bali ramah bagi LGBTQ+.

Unggahan tersebut langsung menuai respons negatif dari warganet Indonesia. Selain karena ajakan untuk pindah ke Bali di tengah pandemi Covid-19, Gray juga mengajak para WNA untuk datang saat Pemerintah Indonesia masih menutup perbatasan negara bagi WNA.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, diduga WNA yang dimaksud telah menyebarkan informasi yang dianggap dapat meresahkan masyarakat,” ujar Jamaruli.

Ia melanjutkan, informasi yang dimaksud adalah kemudahan akses bagi WNA untuk memasuki wiayah Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Informasi tertuang dalam e-book yang dia jual seharga 30 dollar AS atau Rp 422.161.

Untuk diketahui, Gray yang tinggal di Bali bersama pasangannya tiba di Indonesia dan memasuki Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 21 Januari 2020 pukul 23:04:54 WITA.

Usai melakukan pemeriksaan data masuk Gray, Jamaruli melanjutkan, pihaknya langsung memeriksa dan memanggil sponsor Gray yang berinisal IGW pada Senin (18/1/2021).

Terkait jalur khusus yang dikatakan Gray mampu membuat wisman masuk ke Indonesia, Jamaruli mengatakan bahwa dia mengaui tidak mengenal agen visa yang dicantumkan dalam e-booknya.

“Dia hanya cantumkan agen. Kenapa? Hasil Googling, diketahui agen tersebut banyak beri informasi bagaimana cara masuk ke Indonesia. Hanya lewat Google diketahui. Ternyata hubungan dengan agen tersebut tidak ada,” sambung Jamaruli.

Wisman masih tidak bisa masuk ke Indonesia

Jamaruli menegaskan, wisman dari negara mana pun saat ini tidak bisa masuk ke Indonesia, baik lewat jalur resmi atau tidak resmi.

Tindakan yang dilakukan Gray, lanjutnya, telah melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan,” seperti tertera dalam pasal tersebut.

Selain itu, ajakan Gray juga bertentangan dengan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 2 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Bahkan, dia juga melanggar Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-0103.GR.01.01 Tahun 2021 tentang Pembatasan Sementara Masuknya Orang Asing ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Indonesia memperpanjang larangan WNA masuk ke Indonesia selama dua pekan setelah sebelumnya larangan berlaku pada 22 Desember 2020-8 Januari 2021.

Adapun, kebijakan tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartanto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Senin (11/1/2021).

Meski larangan bagi WNA untuk masuk ke Indonesia nantinya tidak akan diperpanjang, wisatawan mancanegara (wisman) masih dilarang berkunjung berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Melalui Permenkumham tersebut, hanya WNA yang melakukan perjalanan bisnis saja yang diizinkan memasuki wilayah Indonesia.

https://travel.kompas.com/read/2021/01/19/210414427/turis-asing-yang-ajak-wna-tinggal-di-bali-kena-deportasi-6-bulan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

Travel Update
Serunya Memancing Kakap dan Kuwe 'Giant Trevally' di Belitung Timur

Serunya Memancing Kakap dan Kuwe "Giant Trevally" di Belitung Timur

Jalan Jalan
Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Travel Update
Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Travel Update
Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Travel Promo
Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Travel Tips
Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Travel Update
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.