Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Noken, Tas Khas Papua Simbol Kedewasaan Perempuan

KOMPAS.com - Papua memiliki beragam budaya dan kerajinan tangan. Salah satu kriya khas Papua yang terkenal adalah noken.

Noken adalah sejenis tas yang digunakan sebagai aksesoris. Hasil kerajinan tangan ini biasa digunakan oleh para perempuan Suku Dani sebagai aksesoris yang diselempangkan di kening dan belakang kepala.

Dilansir dari Perhiasan Tradisional Indonesia karya Husni dan Siregar, noken Papua terbuat dari serat kayu yang dianyam menyerupai kalung.

Noken berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membawa bahan makanan, atau sebagai gendongan bayi.

"Berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut bahan makanan, gendongan bayi, juga diyakini sebagai kehidupan dan kesuburan," tulis Husni dan Siregar.

Jenis bahan baku noken cukup beragam tergantung daerah tempat kerajinan tersebut dibuat. Bahan yang berbeda juga membuat bentuk dan warnanya beragam.

"Tiap suku di Papua memiliki keunikan dalam pembuatan noken baik dari bahan baku, bentuk dan corak yang dimiliki," tulis Ryan dalam buku berjudul Karakteristik Tumbuhan Bahan Baku dan Pewarna Alami Noken pada Masyarakat Suku Damal.

Lebih lanjut, Ryan mengungkapkan bahwa perbedaan bahan tersebut menunjukkan ciri khas masing-masing daerah asal noken.

Perajin yang tinggal di sekitar Raja Ampat membuat noken dari tumbuhan pesisir. Sedangkan di Wamena, perajin membuat noken berbahan dasar serat kayu dan anggrek.

  • Suku Dani, Penghuni Tanah Papua yang Punya Tradisi Potong Jari
  • Noken Papua, Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang Jadi Merchandise PON XX Papua 2021
  • 25.000 Noken Papua Bakal Jadi Merchandise PON XX Papua 2021

Perbedaan bahan baku juga membuat bentuk noken berbeda tiap daerah. Noken dari wilayah pesisir berbentuk kotak dan memiliki tekstur yang kaku.

Warna noken di wilayah tersebut juga bervariasi. Perajin juga membuat variasi bentuk tutup noken.

Sementara itu, noken yang berasal dari pegunungan memiliki bentuk seperti kantung dengan tekstur bahan yang lebih lentur seperti kain.

"Bagi suku-suku di Papua, noken melambangkan kehidupan yang rapi, damai, dan subur," tulis Ryan.

Noken melambangkan kedewasaan seorang perempuan Papua. Membuat noken merupakan keahlian yang wajib dimiliki oleh perempuan Papua.

Seorang perempuan dikatakan dewasa jika sudah bisa membuat noken. Membuat kerajinan ini menjadi salah satu syarat seorang perempuan bisa dinikahi.

Dilansir dari Noken dan Perempuan Papua: Analisis Wacana Gender dan Ideologi karya Marit, tradisi noken merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Papua.

Menurut Marit, noken mengandung makna filosofis bagi masyarakat Papua. Noken diartikan sebagai simbol relasi, kekeluargaan, identitas, perlindungan, ekonomi, kehidupan, estetika dan spontanitas.

Kerajinan khas Papua ini menjadi salah satu buah tangan yang digemari wisatawan. 

  • Taman Nasional Terluas di Asia Tenggara Ada di Papua
  • Wisata Diving di Tambrauw Papua Barat, Lihat Benda Sisa PD II
  • Tidak Ada Makanan Papua yang Digoreng, Kenapa?

Sumber:

Marit, E. L. 2016. Noken dan Perempuan Papua: Analisis Wacana Gender dan Ideologi. Melanesia. 1(1). Hal: 33-42

Ryan, I. 2020. Karakteristik Tumbuhan Bahan Baku dan Pewarna Alami Noken pada Masyarakat Suku Damal. Yogyakarta: Deepublish

Husni, M. & T.R. Siregar. 2000. Perhiasan Tradisional Indonesia. Direktorat Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan Nasional.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/04/083500927/noken-tas-khas-papua-simbol-kedewasaan-perempuan

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Travel Update
Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Travel Update
Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Travel Update
Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Travel Tips
Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary
Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Travel Tips
Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Jalan Jalan
Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
5 Tempat Wisata Populer di Hokkaido Jepang, Bisa Lihat Bunga Lavender

5 Tempat Wisata Populer di Hokkaido Jepang, Bisa Lihat Bunga Lavender

Jalan Jalan
Indonesia Serahkan Kepemimpinan ASEAN Tourism Forum ke Laos

Indonesia Serahkan Kepemimpinan ASEAN Tourism Forum ke Laos

Travel Update
4 Tempat Wisata Populer di Nagano Jepang, Ada Pemandian dengan Monyet

4 Tempat Wisata Populer di Nagano Jepang, Ada Pemandian dengan Monyet

Jalan Jalan
4 Tips ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Datang Pukul 16.00 WIB

4 Tips ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Datang Pukul 16.00 WIB

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+