Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Inggil Telomoyo, Wahana Flying Fox di Gunung Telomoyo

KOMPAS.com – Wisatawan di Gunung Telomoyo kini tidak hanya bisa menikmati pemandangan dan bersantap saja.

Ada aktivitas lainnya yang bisa dilakukan, salah satunya adalah memacu adrenalin dengan menjajal flying fox.

Wahana flying fox itu berada di kawasan puncak gunung setinggi 1.894 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Nama tempat yang menyajikan wahana flying fox tersebut adalah Inggil Telomoyo. Lokasinya ada di pinggir jalan jelang puncak.

Zipeline gantole di Gunung Telomoyo

Pengelola Inggil Telomoyo bernama Tri kandung abioso P mengatakan bahwa pihaknya awalnya ingin mengangkat ikon Gunung Telomoyo, yakni gantole.

“Tadinya setiap tahun (di Gunung Telomoyo) selalu ada event kejuaraan olahraga dirgantara terbang gantole, baik nasional maupun internasional,” kata dia kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Minggu (14/11/2021).

Namun saat pandemi, sambung Kandung, acara itu tidak pernah dilaksanakan lagi. Pihaknya pun menciptakan zipeline gantole yang di sebelahnya disediakan ruang tunggu VIP bernama Inggil.

Adapun zipeline gantole adalah semacam flying fox. Namun orang yang menjajal wahana akan meluncur dengan posisi seperti naik gantole. Mereka akan merasa seperti terbang di langit.

“Di situ (ruang tunggu VIP), kita dapat menikmati olahan kopi khas Telomoyo, yaitu Kopi Sepakung,” ujar Kandung.

Ia melanjutkan, tarif untuk sekali terbang atau meluncur adalah Rp 50.000. Namun, pihaknya saat ini masih memberlakukan diskon 50 persen sampai Inggil Park Telomoyo selesai.

“Ke depan akan ada beberapa spot foto dengan penambahan fasilitas lainnya, sehingga menjadi Inggil Park Telomoyo,” imbuh Kandung.

Mereka yang ingin naik zipeline gantole harus tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, tidak takut ketinggian, dan harus menaati tata tertib, termasuk menggunakan pelindung komplet dari pengelola.

https://travel.kompas.com/read/2021/11/15/080800427/inggil-telomoyo-wahana-flying-fox-di-gunung-telomoyo

Terkini Lainnya

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke