Salin Artikel

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Cappadocia Turki, Naik Balon Udara

KOMPAS.com - Cappadocia merupakan salah satu wilayah sekaligus destinasi wisata populer di Turki. 

Berlokasi sekitar 84 kilometer (km) dari Turki, wilayah ini memiliki beragam atraksi dan hiburan yang bisa menjadi pilihan kegiatan.

Mengutip Kompas.com, Rabu (22/12/2021), wilayah Cappadocia membentang dari Kayseri barat ke Aksaray. Banyak kegiatan wisata populer yang bisa dinikmati wisatawan, salah satunya menaikki balon udara.

Untuk kamu yang ingin liburan ke Cappadocia tanpa perlu ribet menyusun rencana perjalanan, bisa mengikuti paket wisata ke Turki dari tour and travel agent. 

Namun, jika mau bepergian sendiri dan menyusun agendanya, berikut rekomendasi itinerary atau rencana perjalanan 3 hari 2 malam di Cappadocia:

Hari pertama

Setibanya di Cappadocia pada pagi hari, kamu bisa check-in hotel dan meletakkan barang-barang. Lalu, pukul 9.30 pagi waktu setempat, kamu dapat mulai melakukan perjalanan di wilayah ini. 

Untuk diketahui, ada beberapa pilihan tur seperti Red Tour, Green Tour, atau Blue Tour yang bisa dikunjungi per hari, melansir The Poor Traveler. 

Untuk Red Tour, kegiatan pada hari pertama adalah mengunjungi wilayah utara Cappadocia, seperti Museum Goreme, Lembah Devrent, dan lain-lain.

Goreme Open Air Museum merupakan museum di ruangan terbuka terbesar di dunia, yang terdiri dari gua-gua.

Selain gua yang menjadi tempat tinggal, kamu juga bisa melihat berbagai gereja kuno yang berasal dari abad ke-10 sampai abad ke-12.

Ada sekitar 14 gereja, di antaranya Snake Church, St. Basil Church, Dark Church, dan masih banyak lagi. Beragam kisah-kisah dari Injil juga digambarkan di dinding ataupun bagian atas gereja.

Tiket masuk ke museum Goreme adalah sekitar Rp 100.000.

Tur ATV

Tur ATV selama dua jam ini bisa membawamu melewati perbukitan, lembah, dan bukit pasir di Cappadocia.

Wisatawan akan melewati beberapa tempat yaitu Lembah Sword, Lembah Rose, dan Lembah Cinta.

Berjalan di sekitar Pasabag (Monk’s Valley)

Melansir Anywhere We Roam, Pasabag merupakan lembah anggur (wine) kecil di Cappadocia serta beberapa fairy chimneys (cerobong asap peri) yang beratap seperti jamur. Sepintas, cerobong asap tersebut terlihat seperti jamur. 

Meski julukannya berkaitan dengan peri, namun menurut smithsonianmag.com cerobong tersebut dibentuk oleh proses geologis dari jutaan tahun yang lalu. 

Para pertapa dan biksu pernah tinggal di cerobong asap di Pasabag. Salah satu tempat tinggal mereka dari abad pertengahan masih bisa dilihat sampai sekarang. Tidak hanya itu, lukisan dinding yang berhubungan dengan agama Kristen dan hiasan Salib juga masih dipertahankan. 

Cerobong bertutup tiga yang terletak di tengah Monk’s Valley merupakan lokasi yang terkenal lantaran menjadi tempat St Simeon tinggal dalam pengasingan selama 15 tahun.

Tiket masuk ke area ini adalah sekitar Rp 20.000.

Mendaki Lembah Devrent

Devrent Valley atau Lembah Devrent merupakan lembah yang terkenal belum pernah dihuni, namun memiliki banyak batu berbentuk serupa dengan binatang.

Lembah ini disebut juga sebagai Imaginary Valley karena pengunjung seolah bisa berimajinasi saat berada di lokasi. Beberapa bentuk hewan yang bisa dilihat seperti unta, ular, anjing laut, dan lumba-lumba.

Cerobong peri di Devrent Valley sebenarnya merupakan lava dingin yang berasal dari Gunung Erciyes dan Gunung Hasan.

Batuan tersebut telah terkikis cukup lama, dan kemudian membentuk formasi yang unik. 

Pada hari kedua, pengunjung bisa mengambil paket Green tour, yang mencakup area lebih luas di barat daya.

Beberapa kegiatan wisata yang bisa dilakukan di wilayah ini, di antaranya mengunjungi Lembah Ihlara, mengunjungi Pigeon Valley, dan menikmati pemandangan matahari terbenam.

Naik balon udara

Salah satu alasan Cappadocia terkenal akan wisata balon udara adalah karena wahana ini diizinkan untuk terbang rendah di atas tanah di wilayah tersebut.

Hal ini membuat para wisatawan dapat menikmati keindahan lanskap seutuhnya, baik dari ketinggian maupun dari jarak dekat, mengutip Kompas.com, Rabu.

“Rata-rata wisatawan memang ke Cappadocia untuk mencoba balon udara. Meskipun relatif mahal, tapi tetap dicari,” jelas Operator Panorama JTB Tour Suci saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/1/2022).

Biaya naik balon udara ini berkisar antara 170 dolar - 220 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 2,4 juta sampai Rp 3,1 juta dengan durasi 45 menit sampai satu jam.

Beberapa paket balon udara ada yang sudah termasuk dengan sampanye, sarapan, hingga antar-jemput hotel.

Waktu yang tepat untuk menaiki wahana ini adalah sekitar pukul 5.00 atau 5.30 waktu setempat saat matahari terbit, namun menyesuaikan tergantung musimnya.

Selanjutnya, wisatawan bisa mendaki lembah sepanjang kurang lebih 16 km yang diapit oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi.

Mengutip Kompas.com, Rabu, ada sekitar 50 gereja kuno yang dibangun dalam gua-gua alami yang tersebar sepanjang rute ini.

Masing-masing gereja memiliki keunikan, termasuk di antaranya memiliki hiasan lukisan dinding berwarna-warni yang menggambarkan kisah-kisah dari Alkitab.

Biaya mendaki di lembah Ihlara cukup murah yaitu sekitar Rp 20.000, melansir laman Anywhere We Roam.

Mendaki dan berfoto di Lembah Pigeon

Atraksi menarik selanjutnya adalah mendaki dan berfoto-foto di tempat yang menggabungkan Lembah Pigeon (Pigeon Valley) dan Lembah Cinta (Love Valley).

Kamu bisa melihat formasi batuan yang dibentuk, dihaluskan menjadi gelombang, lalu dihiasi rumput panjang dan bunga liar yang bermekaran.

Perlu waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk mengelilingi kedua lembah ini. Namun, panorama alamnya sayang dilewarkan untuk difoto. 

Menyaksikan matahari terbenam di Kastil Uchisar

Mengutip Anywhere We Roam, dari beberapa lokasi di Cappadocia yang bisa didatangi untuk menyaksikan matahari terbenam, salah satu lokasi yang paling berkesan adalah Kastil Uchisar.

Kastil ini dibangun di atas batu yang menjulang 60 meter di atas pemukiman batu-batu di bawahnya.

Sebagian besar area di sekitar kastil dipenuhi dengan formasi batuan fairy chimneys yang populer di wilayah ini.

Hari ketiga

Pada hari terakhir, kamu bisa menjelajahi daerah yang jarang dikunjungi. Mengutip Anywhere We Roam, ini daftar tempatnya:

Berkunjung ke Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Ada lusinan bahkan ratusan kota bawah tanah yang tersebar di Cappadocia, salah satu yang terbesar adalah Derinkuyu.

Dari Kota Derinkuyu, ada bangunan dengan pintu masuk menuju kota bawah tanah yang diberi papan penanda besar. Tempat ini memiliki tangga yang sempit dan langit-langit rendah.

Derinkuyu terdiri dari 18 lantai sedalam 60 meter, yang bisa menampung sekitar 20.000 orang, hewan ternak, dan bahan makanan. Namun, untuk wisatawan hanya dibuka delapan lantai saja. 

Tiket masuk mengunjungi Derinkuyu harganya sekitar Rp 100.000. 

Jalan-jalan di Mustafapa

Berkendara ke desa kecil Mustafapa membutuhkan waktu sekitar 10 menit ke selatan Göreme. Di tempat ini, kamu bisa menemukan beberapa toko, kafe, dan hotel. 

Desa ini cocok bagi wisatawan yang gemar berjalan-jalan, selain itu ada pula sejumlah toko karpet. 

Setelah puas membeli oleh-oleh dan mengunjungi toko yang ada di Cappodocia, kamu bisa kembali ke Turki saat sore atau malam hari. 

https://travel.kompas.com/read/2022/01/03/183300727/itinerary-3-hari-2-malam-di-cappadocia-turki-naik-balon-udara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.