Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Singapura Longgarkan Aturan Covid-19 per 13 Februari, Simak Detailnya

KOMPAS.com - Singapura akan melonggarkan aturan berkaitan dengan Covid-19 mulai Senin (13/2/2023). Pelonggaran ini telah mempertimbangkan perkembangan Covid-19 di negara itu.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyatakan, situasi Covid-19 di Singapura stabil dalam beberapa bulan terakhir.

“Oleh karena itu, kami dapat menghentikan beberapa pembatasan Covid-19 yang tersisa dan menetapkan norma baru bagi endemi Covid-19 (nantinya),” bunyi pengumuman dari laman resmi Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip Sabtu (11/2/2023).

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih belum mencabut status pandemi Covid-19. Namun, sejumlah negara, termasuk Singapura, telah mempersiapkan langkah antisipasi jika Covid-19 ditetapkan sebagai endemi.

Berikut detail pelonggaran pembatasan Covid-19 di Singapura seperti dirangkum Kompas.com.

1. Boleh lepas masker di transportasi umum

Otoritas Singapura memperbolehkan masyarakat melepas masker saat berada di transportasi umum mulai Senin (13/2/2023). 

"Pemakaian masker di transportasi umum dan fasilitas perawatan kesehatan (healthcare) dalam ruangan serta perawatan kesehatan di rumah (residential care) tidak lagi diwajibkan, berdasarkan aturan sementara Covid-19," bunyi pengumuman dari laman resmi Kementerian Kesehatan Singapura.

Namun demikian, pemakaian masker tetap diwajibkan bagi staf medis dan pasien jika terjadi interaksi dengan pasien dalam ruangan (indoor patient-facing). Misalnya, bangsal rumah sakit, klinik, dan panti jompo. 

"Hal ini untuk melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari penyakit menular secara umum dengan lebih baik," bunyi pengumuman tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura juga mengimbau masyarakat lanjut usia (lansia), orang dengan penyakit kekebalan tertentu, orang yang mengidap penyakit pernapasan, dan mengalami gejala Covid-19 untuk tetap memakai masker di keramaian. 

2.Status DORSCON turun menjadi hijau 

Kementerian Kesehatan Singapura akan menurunkan level The Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON), dari level kuning menjadi hijau. Adapun DORSCON memberikan indikasi situasi Covid-19 saat ini.

Pertimbangan turunnya level DORSCON ke zona hijau adalah situasi global dan lokal yang stabil, sifat penyakit Covid-19 yang ringan terutama pada individu yang sudah divaksinasi, dan gangguan minimal yang ditimbulkan pada layanan kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

“Kami akan menyesuaikan level DORSCON saat ini dari kuning menjadi hijau mulai 13 Februari 2023,” tulis Kementerian Kesehatan Singapura.

3. Masuk Singapura tak perlu tes Covid-19

Pemerintah Singapura akan menghapuskan kewajiban tes Covid-19 sebelum keberangkatan bagi seluruh pelaku perjalanan, terlepas dari status vaksinasi mereka, mulai Senin (13/2/2023).

Jadi, pelaku perjalanan yang masuk ke Singapura tidak perlu lagi menunjukkan hasil negatif tes Covid-19, meskipun belum mendapatkan vaksin lengkap.

"Mulai 13 Februari 2023, seluruh pelaku perjalanan yang belum divaksinasi lengkap, yang memasuki Singapura tidak lagi diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 sebelum keberangkatan (pre-departure test)," bunyi pengumuman Kementerian Kesehatan Singapura.

Selain itu, pelaku perjalanan jangka pendek (short-term visitors) yang belum divaksinasi lengkap, juga tidak diwajibkan membeli asuransi perjalanan Covid-19.

Namun, skema Vaccinated Travel Framework (VTF) yang diluncurkan pada April 2022 tetap dipertahankan. Skema VTF bisa diaktifkan kembali nantinya, apabila ada perkembangan global, misalnya varian baru Covid-19 yang cukup menular.

4. Masuk Singapura wajib isi SG Arrival Card 

Meskipun tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes Covid-19, namun pelaku perjalanan luar negeri tetap harus melengkapi SG Arrival Card saat masuk ke ngara itu.

SG Arrival Card atau Kartu Kedatangan Singapura adalah kartu debarkasi atau kartu embarkasi versi elektronik yang harus diserahkan pelaku perjalanan saat kedatangan di Singapura guna pengurusan imigrasi.

Tujuannya, untuk mengendalikan penyakit menular yang mungkin dibawa oleh pelaku perjalanan tersebut, antara lain yellow fever (demam kuning), MERS, dan ebola.

Pengisian SG Arrival Card bisa dilakukan melalui laman Immigration and Checkpoints Authority (ICA) atau di aplikasi MyICA Mobile.

5. Aplikasi TraceTogether tidak diperlukan

Sejalan dengan pelonggaran itu, pemerintah tidak lagi mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi TraceTogether dan SafeEntry bagi kalangan bisnis.

Melansir The Straits Times, masyarakat dapat menghapus dua aplikasi pelacak itu. Selain itu, pemerintah Singapura tidak lagi mewajibkan orang yang terinfeksi Covid-19 untuk mengirimkan datanya melalui TraceTogether.

6. Pekerja migran tak perlu izin ke tempat populer

Mulai 1 Maret, pekerja migran di Singapura tidak perlu mengajukan izin untuk mengunjungi tempat populer atau Popular Places Pass, seperti dilansir dari The Straits Times.

Sebelumnya, Popular Places Pass diberlakukan pada Juni 2022 guna mengurai kepadatan pengunjung di sejumlah tempat populer Singapura, seperti Chinatown, Geylang Serai, Jurong East, dan Little India khususnya pada Minggu dan libur nasional.

Nantinya, Kementerian Ketenagakerjaan Singapura akan memudahkan aturan bagi pekerja migran, menyesuaikan dengan aturan bagi penduduk setempat.

https://travel.kompas.com/read/2023/02/11/223700527/singapura-longgarkan-aturan-covid-19-per-13-februari-simak-detailnya

Terkini Lainnya

Menginap di Vila Legian Bali, Dekat ke Pantai dan Tempat Oleh-oleh

Menginap di Vila Legian Bali, Dekat ke Pantai dan Tempat Oleh-oleh

Hotel Story
Panduan Naik Kapal Pesiar Resorts World One, Wajib Bawa Paspor

Panduan Naik Kapal Pesiar Resorts World One, Wajib Bawa Paspor

Travel Tips
Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Travel Update
Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Travel Update
Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Travel Update
Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Travel Update
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Travel Update
Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Travel Update
7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

Hotel Story
Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Penumpang KA Bandara di Yogyakarta dan Medan Melonjak Drastis Saat Idul Adha

Penumpang KA Bandara di Yogyakarta dan Medan Melonjak Drastis Saat Idul Adha

Travel Update
Pengalaman Ikut Yoga di Vila Ubud Bali dan Tipsnya buat Pemula

Pengalaman Ikut Yoga di Vila Ubud Bali dan Tipsnya buat Pemula

Jalan Jalan
Sambut Libur Sekolah, Pergerakan Turis Domestik Diprediksi Naik hingga 20 Persen

Sambut Libur Sekolah, Pergerakan Turis Domestik Diprediksi Naik hingga 20 Persen

Travel Update
Pergerakan Turis Domestik Saat 'Long Weekend' Idul Adha Naik hingga 20 Persen

Pergerakan Turis Domestik Saat "Long Weekend" Idul Adha Naik hingga 20 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke