Buka Puasa Kolak Ayam di Gresik

Kompas.com - 13/09/2009, 06:32 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

GRESIK, KOMPAS.com - Ratusan warga Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Sabtu (12/9) berkumpul di Masjid Jami Sunan Dalem. Mereka berbuka puasa dengan menu kolak ayam yang hanya ditemukan di desa itu. Jika dulu kolak ayam disajikan dalam piring-piring, kini untuk kepraktisan panitia mengemasnya dalam plastik, ditambah ketan dan kurma serta air putih.

Penduduk sekitar dan warga luar kota yang ingin mencicipi kolak ayam sudah berkumpul sejak pukul 16.00 di Masjid Jami Sunan Dalem. Panitia membagi satu paket kolak ayam saat warga masuk masjid sambil menunggu waktu berbuka. Begitu bedug ditabuh dan adzan maghrib dikumandangkan warga pun menyantap kolak ayam.

"Saya penasaran, ternyata enak juga. Dagingnya disuwir-suwir kayak nasi krawu," kata Rizki (18) warga Perumahan Gresik Kota Baru.

Yang mencoba kolak ayam kali ini bukan hanya warga sekitar tetapi juga warga luar kota. Terlihat anggota DPRD Kota Surabaya Wahyudin Husein ikut menikmati kolak ayam di Desa Gumeno. Manisnya kolak ayam ini terasa legit. Makannya dicampur dengan ketan yang telah dimasak.

Tradisi Lima Abad

Tradisi kolak ayam hingga kini sudah berlangsung 484 tahun. Awal mula kolak ayam ini muncul ketika Sunan Dalem sakit. Sunan Dalem memerintahkan warga mengupayakan obat agar sakitnya bisa sembuh. Namun setelah ke sana ke mari dicarikan obat tak kunjung sembuh.

Saat penduduk bingung, Sunan Dalem mendapat petunjuk Allah agar membuat masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem membawa seekor ayam jago berumur sekitar setahu atau jago lancur. Akhirnya penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun.

Setelah masakan jadi Sunan Dalem meminta warga membawa nasi dan ketan yang sudah masak. Saat itu bulan puasa ketika tiba waktu Maghrib Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Berkat kemurahan Allah Sunan Dalem sembuh setelah makan kolak ayam atau sanggring. Sanggring berasal dari kata sang berarti raja atau penggedhe dan gering artinya sakit. Sanggring berarti raja yang sakit.

Pada waktu penduduk Gumeno bergotong royong membuat kolam di timur masjid sebagai tempat wudlu, Sunan Dalem memerintahkan membuat kolak ayam sebagai jamu untuk mengganti tenaga penduduk yang bekerja membuat kolam. Penduduk yang membantu membuat kolam cukup banyak. Dikhawatirkan ayamnya tidak cukup maka Sunan Dalem memerintahkan agar daging ayam itu disuwir-suwir. Kolak ayam berasal dari kholaqul ayyam yang berarti mencari berhari-hari.

Sunan Dalem mencari nama jamu itu dan berhari-hari belum ketemu nama yang pas, akhirnya justru kolak ayam menjadi nama yang diabadikan sampai kini. Proses memasak kolak ayam pertama kali dilaksanakan pada masa Sunan Dalem pada 22 Ramadhan 946 hijriyah atau 31 Januari 1540 Sunan Dalem juga berwasiat kepada penduduk agar setiap malam 23 Ramadhan disiapkan Kolak ayam atau sanggring.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.