Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

STP Nusa Dua Gelar Lokakarya Kuliner Tradisional

Kompas.com - 13/06/2013, 10:44 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali, menggelar lokakarya 30 ikon kuliner tradisional Indonesia (IKTI) dalam rangka kegiatan "Coaching Clinic" Kuliner Nusantara. "Lokakarya tersebut bertujuan untuk menjadi ajang sosialisasi dan promosi terhadap 30 ikon kuliner nusantara mengingat perkembangan pariwisata Bali terus mengalami kemajuan," kata Pembantu Ketua I STP Nusa Dua, Dr Wisnu Bawa Tarunajaya di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (13/6/2013).

Menurut Wisnu, lokakarya juga bertujuan untuk mencari solusi agar proses pengolahan dan penyajian kuliner nusantara bisa lebih cepat dengan sistem penyajian yang menarik, karena biasanya proses dan pengolahan kuliner Indonesia memerlukan waktu lama sedangkan wisatawan ingin cepat bisa menikmati kuliner yang mereka pesan.

Acara tersebut dihadiri Agustin Mulyawati selaku Kasubdit Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus Konvensi, Insentif dan Even Kemenparekraf, Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Kade Subikshu. Kegiatan itu menampilkan pembicara pakar kuliner nusantara William W Wongso.

Lokakarya tersebut melibatkan para akademisi, praktisi kuliner nusantara, kalangan industri pariwisata dan utusan dari sekolah pariwisata dan pengusaha bidang kuliner.

Lokakarya tersebut berlangsung selama tiga hari, 11-13 Juni 2013 antara lain diisi dengan penyampaian materi, praktik persiapan, pengolahan dan presentasi 30 ikon kuliner nusantara. "Kegiatan ini sebaiknya bisa memberikan informasi dan referensi bagi peserta dalam penggalian dan pengembangan kuliner tradisional," ujar  Wisnu.

Menurut dia, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi STP Nusa Dua karena sejalan dengan program dari pusat kajian kuliner yang dimiliki STP Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Ida Bagus Kade Subikshu sangat mengapresiasi kegiatan lokakarya tersebut karena dapat memberi inspirasi dan pemahaman yang sama kepada peserta, serta merangsang gagasan kreatif peserta, nantinya diharapkan memberi kontribusi terhadap pariwisata.

Dia juga mengapresiasi lembaga Pusat Kajian Kuliner yang didirikan STP Bali untuk mampu menggali kekayaan kuliner lokal Bali. "Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik setiap tahun ke Bali merupakan peluang besar untuk masuknya kuliner lokal Bali," ujarnya.

Sedangkan pakar kuliner nusantara William Wongso berharap 30 ikon kuliner nusantara tersebut mampu terus dipromosikan baik di dalam maupun luar negeri untuk pengembangan kuliner lokal dan menunjang pariwisata.

William juga gencar mempromosikan ikon kuliner nusantara itu di luar negeri seperti Belanda, Jerman, Spanyol, Inggris, Meksiko melalui kerja sama dengan Departemen Luar Negeri RI untuk pengembangan kuliner nusantara.

Selain itu, William berharap STP Bali mampu mengembangkan sendiri masakan khas tradisional di Bali dan sekitarnya misalnya Lombok, Sumbawa dan Sulawesi. "Dengan ditetapkannya 30 ikon kuliner nusantara bisa menjadi panduan dan proyek percontohan untuk menggali dan menampilkan kekhasan kuliner masing-masing daerah," katanya.

William menambahkan, wisatawan datang ke Bali tidak hanya menikmati keindahan alam, budaya atau lainnya tapi juga untuk mencari kuliner karena kuliner lokal harus digali dan dipromosikan kepada wisatawan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com