Kompas.com - 20/06/2013, 14:12 WIB
Pemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011).
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tazbir Abdullah mengatakan pramuwisata merupakan garda terdepan dalam pengembangan pariwisata di DIY.

"Sebagai garda terdepan pemasaran pariwisata, peran seorang pramuwisata sangat strategis. Apalagi mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi wisata di Indonesia. Keberhasilan seorang pramuwisata untuk memasarkan sebuah obyek wisata sangat dibutuhkan," katanya di Yogyakarta, Rabu (19/6/2013).

Berkaitan dengan Diklat Pramuwisata yang diselenggarakan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY pada 17 Juni 2013, Tazbir mengatakan persaingan industri pariwisata yang makin ketat, sangat membutuhkan peran aktif seorang pramuwisata untuk bisa meyakinkan wisatawan datang mengunjungi sebuah objek wisata.

"Kemampuan berkomunikasi dan membangun citra positif sebuah obyek wisata akan menjadi kunci keberhasilan seorang pramuwisata dalam menjalankan tugas di lapangan. Untuk itu, kami mendukung penyelenggaraan diklat bagi pramuwisata di DIY ini," kata Tazbir.

Sementara itu, Ketua Panitia Diklat HPI DIY, Parwono mengatakan peserta Diklat Pramuwisata DIY antara lain dibekali kemampuan berbahasa asing, yaitu Inggris, Belanda, Jerman, Spanyol, Italia, Korea, Mandarin, dan Jepang.

Para peserta sebagian besar lulusan SMU, namun beberapa di antaranya berlatar belakang pendidikan Diploma III, dan Strata I, maupun purnawirawan. "Ini sebuah fenomena positif, di mana pekerjaan pramuwisata  mulai dilirik di kalangan masyarakat," katanya.

Parwono mengatakan materi diklat pramuwisata mengacu pada Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI). usai mengikuti diklat para peserta akan mengikuti uji di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada 22 dan 23 Juni mendatang.



Sumber Antara

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X