Melestarikan Derawan lewat Pariwisata

Kompas.com - 25/06/2013, 10:46 WIB
Keindahan bawah laut di Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. DOK INDONESIA.TRAVELKeindahan bawah laut di Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai kawasan konservasi kelautan, Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur berusaha menjaga kelestarian alamnya, salah satunya melalui pariwisata.

"Masyarakat Derawan dulu pakai bom untuk menangkap ikan, kita ubah pola pikirnya. Kita minta mereka menjaga ikan," kata Bupati Berau Makmur HAP. K. saat jumpa pers peluncuran "Festival Derawan 2013", di Jakarta, Rabu (19/6/2013) lalu.

Pihaknya pun melakukan pendekatan wisata dengan memperbaiki rumah untuk dijadikan homestay. Perlahan-lahan, lanjutnya, masyarakat menyadari cara-cara mereka menangkap ikan terdahulu hanya merusak ikan.

"Itu tidak bisa mereka lakukan lagi. Sebab, turis yang datang ingin lihat lingkungan yang lestari. Hanya dengan turis datang melihat lingkungan sudah bisa mendatangkan uang," katanya.

Selain itu, seperti diungkapkan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, pada kesempatan yang sama, Kepulauan Derawan merupakan habitat penyu hijau terbesar di Asia. Penyu hijau dilindungi, oleh karena itu telur penyu hijai dilarang dibawa keluar dari Derawan.

"Sedangkan di Kakaban tempatnya ubur-ubur, itu tidak ada pemukiman di sana. Kawasan yang betul-betul dilindungi," kata Awang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X