Kompas.com - 17/07/2013, 10:36 WIB
Seorang warga tengah memandang Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (16/7/2013). Pulau tersebut terancam hilang akibat pengerukan dan abrasi jika tidak direklamasi kembali. Selain dimanfaatkan sebagai obyek wisata oleh masyarakat adat, pulau tersebut juga digunakan sebagai kawasan konservasi penyu. KOMPAS/AYU SULISTYOWATISeorang warga tengah memandang Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (16/7/2013). Pulau tersebut terancam hilang akibat pengerukan dan abrasi jika tidak direklamasi kembali. Selain dimanfaatkan sebagai obyek wisata oleh masyarakat adat, pulau tersebut juga digunakan sebagai kawasan konservasi penyu.
EditorI Made Asdhiana
BADUNG, KOMPAS - Keberadaan Pulau Pudut di Desa Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, nyaris hilang sebagai dampak pengerukan sejak 1970 dan abrasi. Luas pulau yang semula 10 hektar itu kini tinggal sekitar satu hektar. Kondisi ini mengancam penyu yang berkembang di pulau itu.

Selain penyu, tergerusnya daratan Pulau Pudut meresahkan masyarakat setempat yang bergantung pada wisata bahari. Keberadaan penyu menjadi sajian wisata yang ditawarkan warga di desa itu kepada pengunjung.

Menurut Bendesa Adat Tanjung Benoa Nyoman Wana Putra, pariwisata bahari menjadi tulang punggung warga, selain menjadi nelayan. ”Kami khawatir jika Pulau Pudut hilang, penyu tidak memiliki rumah lagi. Tak ada lagi daya tarik pariwisata,” katanya di Tanjung Benoa, Selasa (16/7/2013).

Dia menjelaskan, Pulau Pudut dulu adalah kawasan pertanian, selain untuk habitat penyu. Aktivitas bercocok tanam berangsur menurun semenjak ada pengerukan pulau itu sekitar 1970. Pengerukan dilakukan secara tradisional, diangkut dengan jukung untuk penimbunan di Pelabuhan Benoa yang jaraknya sekitar dua kilometer. Selanjutnya, abrasi menggerus pulau itu dan penyu pun tergusur.

”Kami minta perhatian pemerintah daerah untuk membantu mengembalikan pulau ini,” kata Wana Putra.

Pulau Pudut ada di Teluk Benoa di sisi timur Tanjung Benoa serta berjarak sekitar 35 kilometer (km) dari Denpasar, ibu kota Provinsi Bali, dan 5 km dari kawasan Nusa Dua. Pengunjung Tanjung Benoa menunggang kapal wisata atau kapal nelayan untuk menjangkau pulau itu.

Wana Putra mengaku pernah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Badung pada 2008 dan 2011 untuk menyelamatkan Pulau Pudut. Namun, sampai kini tidak ada jawaban.

Oleh sebab itu, ia dan warga menyambut baik wacana reklamasi Pulau Pudut dan sekitarnya oleh perusahaan swasta, PT Tirta Wisata Bali Internasional (TWBI). Wana Putra mengaku sudah dihubungi PT TWBI dan Pemerintah Provinsi Bali terkait wacana itu dan menyatakan setuju.

PT TWBI meminta izin reklamasi Pulau Pudut dan pemanfaatannya pada 2012. Pengajuan izin ini bersamaan dengan tiga perusahaan lain. Namun, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berdasarkan persetujuan DPRD Bali menetapkan dan memberikan surat izin prinsip kepada PT TWBI pada Desember 2012.

Pro dan kontra

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X