Jangan Biarkan Kulit Merana Saat Pelesir

Kompas.com - 18/07/2013, 18:51 WIB
Wisatawan menikmati sore di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013). Keindahan wisata pantai di sejumlah kawasan di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESWisatawan menikmati sore di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013). Keindahan wisata pantai di sejumlah kawasan di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
|
EditorI Made Asdhiana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Kulit orang Indonesia yang terbiasa dengan cuaca dua musim akan mengalami kekeringan.

Eddy Karta, dokter spesialis kulit, menjelaskan saat sawar kulit yang bertugas melindungi kulit menjadi rusak, maka kulit dapat memberi gejala gatal bahkan sakit jika sudah mulai pecah pecah.

Lebih lanjut Eddy menekankan bahaya kulit kering lebih harus diwaspadai terutama bagi yang memiliki kulit sensitif atau memiliki gangguan kulit seperti dermatitis atau ekszema. "Psoriasis lebih mudah timbul," ujar Eddy kepada Kompas.com.

Berdasarkan literatur ilmu kedokteran, psoriasis adalah gejala penyakit kulit yang ditandai penebalan kulit kemerahan disertai timbulnya sisik keperakan. Di bawah sisik tersebut terjadi pendarahan kulit. Bila parah akan merambat ke seluruh badan dan mengancam jiwa.

Secara keseluruhan, gangguan kulit akibat cuaca ekstrem memang tidak mengancam jiwa atau mempengaruhi kesehatan tubuh. Gangguan kulit lebih mengganggu kenyamanan saat traveling. "Kondisi kulit yang rusak mudah membuat kualitas hidup orang menurun," kata Eddy Karta.

Menurunnya kualitas hidup antara lain rasa gatal yang akut akan mengakibatkan kulit mudah mengalami iritasi, luka, bahkan mengganggu kualitas tidur dan istirahat. Gangguan kulit juga biasanya akan mengganggu penampilan yang dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang.

Berikut tips menjaga kesehatan kulit saat Anda traveling.

1. Gunakan perlengkapan kesehatan dan kecantikan kulit yang sesuai dengan cuaca. Baiknya membeli perlengkapan di negara tujuan, bukan di Indonesia. Beberapa perlengkapan standar untuk menjaga kesehatan kulit antara lain: body lotion atau pelembab, sabun, shampo, pembersih wajah, krem wajah, dan tabir surya.

Menurut Eddy Karta, dokter yang saat ini masih melanjutkan studi spesialis kulit di negara Kanguru, Australia ini, kandungan lotion atau krem di negara 4 musim memiliki kandungan yang berbeda dengan yang dijual di negara tropis. "Umumnya pelembab di negara 4 musim dengan kelembaban kurang adalah pelembab yang lebih mengandung minyak dan lebih lengket," jelas Eddy.

2. Jangan terlalu sering mandi dengan air hangat. Cuaca dengan kelembaban yang rendah akan membuat kulit menjadi kering karena banyak air tubuh yang terserap. Mandi air panas justru akan membuat kulit semakin kering.

3. Gunakan tabir surya dan pelembab saat keluar ruangan. Untuk yang tinggal lebih lama, gunakan perlengkapan kesehatan kulit yang sesuai dengan musimnya.

4. Perbanyak minum air putih. Hindari asupan makanan dan minuman yang mempengaruhi kelembaban kulit yaitu alkohol dan kopi termasuk rokok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X