Kompas.com - 27/07/2013, 15:04 WIB
EditorI Made Asdhiana

Bahkan Bill Zammit, pemandu tur kami, mengisahkan, suatu ketika ada tiga orang memaksakan diri memancing ikan di Sungai Adelaide yang dikenal banyak buayanya. Mereka menjaga jarak aman dengan sisi sungai dan berkonsentrasi menatap ke depan. Ternyata ada buaya keluar dari sungai ke daratan lewat jalur memutar sampai di belakang tiga pemancing itu. ”Buaya itu menyerang dari belakang. Satu orang meninggal diterkam di bagian lehernya,” ujar Bill.

Meski begitu, buaya tidak selalu menyeramkan. Dia bisa dikemas menjadi obyek wisata menghibur. Di Sungai Adelaide, dari kapal Spectacular Crocodile Jumping Cruise, kami melihat buaya melompat lurus ke atas menyergap daging. Itu salah satu destinasi wisata populer di Australia sejak dibuka tahun 1971.

Dengan 35 dollar Australia pengunjung diajak naik kapal menyusuri sungai. Pemandangannya indah. Kawanan burung berkicau bersahutan bergerombol di dahan, di kiri kanan sungai. Saat ada buaya mendekat, kapal berhenti melaju. Awak kapal mengambil daging sapi lalu diikat tali. Tali itu dikaitkan galah lalu diarahkan ke sungai seperti orang memancing. Nakhoda kapal, Shallee, berseru, ”Saatnya pertunjukan dimulai !”

Awalnya, daging dibuat mengapung di permukaan air, lalu diangkat perlahan hingga 2-3 meter dari buaya. Buaya pun melompat ke atas. Byurr! Ia gagal menerkam daging. Awak kapal menggoda buaya. Daging diturunkan, nyaris menempel moncongnya. Saat daging ditarik ke atas, buaya di kiri kapal melompat. Hap, daging disergap, tali umpan tersangkut di mulutnya.

Berenang bersama buaya

Buaya merupakan hewan yang dilindungi dan sekaligus paling diwaspadai di kawasan Australia Utara. Buaya juga dikemas menjadi obyek wisata menegangkan di Crocosaurus Cove, Jalan Mitchell, Darwin. Di sana kami menyaksikan beberapa kolam berisi buaya. Ada penangkaran buaya yang menawarkan wisata tak biasa.

Kami melihat buaya besar bebas berenang di dalam akuarium kaca. Sedikitnya ada 70 buaya dewasa dengan panjang 3-5 meter. Salah satu jenisnya, Barramundi, buaya air asin yang terkenal di Australia. Ini spesies buaya terbesar, panjang si jantan hingga sekitar 5 meter dan beratnya 1.102 kilogram.

Yang paling seru, berenang dengan buaya. Kolam pertama dirancang untuk anak-anak, letaknya berdekatan dengan kolam bayi buaya yang dibatasi kaca. Anak-anak bisa melihat bayi buaya berenang di kolam sebelahnya. Ada bocah yang histeris, ada yang seolah bercanda dengan bayi buaya.

Pengunjung bisa merasakan sensasi masuk ke sangkar berbentuk tabung kaca transparan. Sangkar diturunkan ke kolam berisi buaya dewasa selama 15 menit. Saat tabung bergerak di kolam, buaya bisa menyerang. Bisa dibayangkan bila kaca pecah. ”Kita bisa disantap buaya,” kata pemandu kami, Anne Korry.

Berwisata ke penangkaran buaya ini baru terasa lengkap jika pengunjung juga melihat seluk-beluk kehidupan buaya di museumnya. Di Crocosaurus Cove, yang dibuka setiap hari pada pukul 09.30-18.00 waktu setempat dengan harga tiket 48-160 dollar Australia, pengunjung bisa melihat buaya yang diawetkan, juga rangka-rangka tubuhnya. Pengunjung juga bisa memancing buaya dengan umpan daging. Anak balita, bahkan, bisa berpose memegang bayi buaya.

Tempat itu juga menyuguhkan berbagai jenis reptilia (hewan melata) lain, seperti ular, bunglon, iguana, tokek, kadal, serta biawak. (ADI SUCIPTO KISSWARA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.