Kompas.com - 31/07/2013, 06:50 WIB
EditorI Made Asdhiana
MASYARAKAT Adat Kasepuhan Ciptagelar, Jawa Barat, menjunjung tinggi gotong royong dan kekeluargaan, termasuk dalam melestarikan padi lokal warisan Kerajaan Pajajaran. Upacara mencicipi nasi pertama atau nganyaran yang digelar pada Jumat (21/6/2013) menjadi satu dari rangkaian ritual terkait padi.

Dalam setahun, setidaknya ada 12 ritual, mulai dari turun nyambut ketika pertama kali mencangkul di sawah, ngahuru atau membakar sekam di ladang, hingga mensyukuri panenan (seren taun). Sebanyak lebih dari 30 jenis masakan disajikan sebagai pelengkap bersantap nasi nganyaran. Lebih dari 50 perempuan memenuhi pawon atau dapur di rumah adat Imah Gede sejak pagi hingga malam hari. Mereka memasak beragam masakan khas di enam tungku batu cadas.

Lauk-pauk disajikan di acara ngabukti pada malam harinya. Baris kolot atau sesepuh dari 568 kampung kecil dengan sabar menunggu hingga masakan tersaji di ruang pertemuan Imah Gede. Sambil menunggu proses memasak nganyaran, baris kolot disuguhi pertunjukan wayang golek atau sekadar melihat-lihat barang dagangan yang dijajakan penjual keliling di halaman Imah Gede. Mengenakan pakaian adat berwarna hitam dengan ikat kepala kain, para baris kolot ini berdatangan dari tiga kabupaten, Sukabumi, Bogor, dan Lebak.

KOMPAS/PRIYOMBODO Tradisi ”Ngayaran” di Ciptagelar.
Acara ngabukti dimulai larut malam. Sebelum menyantap hidangan nganyaran, mereka menggelar rapat yang dihadiri Pemimpin Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar Abah Ugi Sigriana Rakasiwi (28) dan dipimpin juru bicara upacara, Wak Guru Upat.

Masyarakat Adat Ciptagelar kini berjumlah 4.861 keluarga. Lumbung padi bertambah menjadi 7.684 buah, jumlah kerbau 3.000 ekor, dan kambing 5.043 ekor.

Rapat pun membeberkan transparansi laporan keuangan pembiayaan upacara adat seren taun yang mencapai Rp 219 juta pada tahun lalu. Warga Ciptagelar lantas diminta untuk mempersiapkan iuran sebesar Rp 70.000 per keluarga untuk penyelenggaraan seren taun mendatang.

Bagi mereka yang tak punya uang, diperbolehkan untuk menggantinya dengan kelapa, gula merah, atau daun untuk perbaikan atap Imah Gede. (Mawar Kusuma)

KOMPAS/PRIYOMBODO ”Leuit” Ciptagelar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Travel Update
20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.