Kompas.com - 29/08/2013, 08:52 WIB
Sejumlah perajin batik pada salah satu industri batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sedang menorehkan canting pada lembaran kain batik tulis, akhir Juni lalu. Sejak puluhan tahun silam, batik telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di pesisir utara Jawa Tengah tersebut. KOMPAS/SIWI NURBIAJANTISejumlah perajin batik pada salah satu industri batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sedang menorehkan canting pada lembaran kain batik tulis, akhir Juni lalu. Sejak puluhan tahun silam, batik telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di pesisir utara Jawa Tengah tersebut.
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Jawa Tengah hingga saat ini sudah memiliki sekitar 200 kelompok sadar wisata dan tiga di antaranya berada di Kota Semarang. "Kami terus mendorong pembentukan kelompok sadar wisata di daerah yang dekat dengan wilayah daya tarik wisata," kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Toto Riyanto di Semarang, Rabu (28/8/2013).

Untuk pembentukan kelompok sadar wisata sangat diperlukan kreativitas dari daerah setempat serta diperlukan motor penggerak misalnya kepala daerah. "Kelompok sadar wisata tidak bisa dibentuk kecuali lahir dengan sendirinya misalnya karena ada yang mampu menjadi motor penggerak di daerahnya," katanya.

Menurut Toto, pembentukan kelompok sadar wisata tidak akan bertahan lama jika tidak ada kemauan dari kelompok daerah setempat. Upaya pemerintah mendorong terbentuknya kelompok sadar wisata di antaranya dengan menggelar lomba di tingkat Jateng setelah sebelumnya digelar di tingkat kabupaten dan kota.

Stimulus dari pemerintah, sambung Toto, berupa anggaran ke setiap desa wisata sebesar Rp 7,5 juta serta dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp 75 juta. "Desa wisata di Jateng banyak mengembangkan potensi wisata alam dan budaya. Total desa wisata saat ini sebanyak 115 dan 15 di antaranya yang bisa dikunjungi," katanya.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI Dua perajin miniatur menara Kudus sedang merampungkan pembuatan miniatur berbahan baku limbah kayu jati itu di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2013). Penetapan sembilan desa wisata di Kudus menumbuhkan geliat ekonomi kreatif warga. Melalui sektor wisata tersebut, perajin miniatur mampu memperoleh penghasilan rata-rata Rp 600.000 per minggu.
Untuk desa wisata, lanjut Toto, masih memungkinkan dapat berkembang karena potensinya bisa mencapai 270 desa wisata.

Sejumlah desa wisata yang berada di Jateng yakni Desa Wisata Karangbanjar, Purbalingga (perajin wig), Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Desa Wisata di Sragen yang mengembangkan pembuatan wayang, Dieng Kulon, dan tujuh desa wisata potensi alam di wilayah Candi Borobudur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Jalan Jalan
Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Travel Update
Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Travel Promo
Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.