Wisatawan Semakin Mudah Menuju Komodo

Kompas.com - 04/09/2013, 15:50 WIB
Satwa endemik Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSatwa endemik Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang.
EditorI Made Asdhiana
KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membuka rute penyeberangan dari pelabuhan Bolok, Kupang ke Labuan Bajo di Manggarai Barat.

"Usulan pembukaan rute penyeberangan ini, selain untuk mendukung acara puncak Sail Komodo 2013 pada 14 September mendatang juga untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata NTT," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Bruno Kupok, di Kupang, Rabu (4/9/2013).

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar dukungan transportasi menuju Labuan Bajo untuk menghadiri acara puncak Sail Komodo dan bagaimana membantu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya di Labuan Bajo pascapuncak acara Sail Komodo 2013.

Menurut Bruno, jika usulan pembukaan jalur penyeberangan ke Labuan Bajo disetujui, maka pada 9 September atau lima hari sebelum acara puncak yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan dilakukan pelayaran perdana dari Pelabuhan Bolok Kupang menuju Labuan Bajo.

"Pemerintah memang harus menyiapkan transportasi murah menuju Labuan Bajo. Kalau ada wisatawan yang datang ke Kupang dan ingin ke Labuan Bajo untuk melihat Komodo, bisa menggunakan pesawat udara atau kapal feri," katanya.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Dermaga Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini terdapat 1.336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang.
Akses transportasi udara menuju Labuan Bajo juga tersedia dan didukung dengan fasilitas bandar udara yang memadai. "Ada penerbangan Kupang-Labuan Bajo dan Denpasar-Labuan Bajo setiap hari dengan pesawat jenis ATR," katanya.

Ke depan, lanjut Bruno, pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 sudah bisa mendarat di Labuan Bajo, sehingga para wisatawan yang ingin melihat langsung biawak raksasa Komodo bisa terbang langsung dan tidak harus menginap di Surabaya atau Bali. "Artinya, kemudahan-kemudahan akses ke NTT sudah lebih baik," tambah Bruno Kupok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X