Tren Liburan dengan Kartu Kredit

Kompas.com - 09/10/2013, 13:47 WIB
Wisatawan asing menikmati pemandangan Selat Bali di Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (2/10/2013). Pemandangan alam tepi pantai menjadi salah satu daya tarik utama sektor pariwisata Kabupaten Banyuwangi. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKWisatawan asing menikmati pemandangan Selat Bali di Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (2/10/2013). Pemandangan alam tepi pantai menjadi salah satu daya tarik utama sektor pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Semakin banyak orang memanfaatkan jasa kartu kredit untuk melakukan transaksi dalam keperluan berwisata. Salah satunya karena harga spesial serta kemudahan pembayaran cicilan jika menggunakan kartu kredit.

"Program travel menjadi transaksi yang cukup tinggi di kartu kredit. Transaksi cukup besar di seluruh pengguna kartu kredit Mandiri pertama itu di retail, yang kedua ada travel dan entertain kami menyebutnya T and E," kata Vice President Consumer Card Group PT Bank Mandiri, Poerwestri Rahayu Ningsih di sela-sela kegiatan Fabulous Destination Senayan City, Selasa (8/10/2013).

Menurut Poerwestri, transaksi keperluan wisata dengan menggunakan kartu kredit mulai berkembang sejak tahun 2003. Sejak saat itulah liburan menjadi salah satu kebutuhan.

"Orang sudah mulai sadar perlu refreshing dengan liburan. Saat ini dari seluruh total pemegang kartu kredit aktif kami, 20 persen memanfaatkannya untuk travel," kata Poerwestri.  

Melihat semakin banyaknya minat orang berwisata, Bank Mandiri pun pernah menggelar pameran wisata tunggal. Pameran wisata pertamanya sejak tahun 2006 dan rutin digelar setiap tahun.

"Tahun 2006 pertama kita mulai travel fair di sini (Senayan City) sampai terakhir waktu bulan puasa lalu (tahun 2013)," katanya.

Pameran wisata tersebut dibuat dengan menawarkan paket-paket sesuai dengan jenis kebutuhan wisata. "Kita bikin sesuai dengan kebutuhan travel. Misalnya honeymoon, wisata religi, paket main golf," tambah Poerwestri.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan asal Belanda mencoba menggunakan alat ani-ani untuk memanen padi di Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/8/2011). Mengenal cara bercocok tanam tradisional serta berinteraksi dengan masyarakat setempat merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X