Kompas.com - 21/10/2013, 09:37 WIB
Anak-anak melompat dari dermaga Pelabuhan Pomako, Timika, Papua, Jumat (18/10/2013). Setelah melintas berbagai daerah di Indonesia, tim ekspedisi Sabang-Merauke telah mencapai Papua. Menyaksikan anak-anak bermain di alam menjadi bagian dari keseharian warga Papua. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Anak-anak melompat dari dermaga Pelabuhan Pomako, Timika, Papua, Jumat (18/10/2013). Setelah melintas berbagai daerah di Indonesia, tim ekspedisi Sabang-Merauke telah mencapai Papua. Menyaksikan anak-anak bermain di alam menjadi bagian dari keseharian warga Papua.
EditorI Made Asdhiana
TIMIKA, KOMPAS — Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, Papua, mulai ramai didatangi pedagang, Sabtu (19/10/2013) pagi. Para pedagang menunggu dan berharap rezeki dari penumpang Kapal Motor Penumpang Tata Mailow yang akan merapat di dermaga.

Kami, Tim Ekspedisi Sabang-Merauke: ”Kota dan Jejak Peradaban” Kompas bergegas turun dari Kapal Navigasi KN Bimasakti Utama yang sudah bersandar di dermaga. Tujuan kami sama dengan sebagian penumpang kapal Mailow, yakni Timika, ibu kota Kabupaten Mimika.

Timika berjarak 40 kilometer dari Pelabuhan Pomako. Di perjalanan, kami menyaksikan gubuk rumah panggung dari kayu. Atapnya hanya daun kering dan sebagian lembaran plastik bekas. Rumah itu sangat sederhana dan tanpa aliran listrik. Penghuni gubuk ini penduduk suku asli Mimika yang tinggal di pesisir pantai, yakni suku Kamoro.

Jalan dari Pomako ke Timika relatif bagus, beton mulus. Perjalanan terasa nyaman dengan pemandangan hutan bakau setinggi 10-15 meter. Sekitar 40 menit kemudian kami tiba di pusat kota Timika. Bayangan kami, Timika adalah kota dengan tata kota yang rapi dan modern karena ada perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia yang menanamkan investasi sekitar 8,6 miliar dollar Amerika Serikat.

Ternyata, wajah Timika tak jauh berbeda seperti daerah pinggiran kota Jakarta. Terminal angkutan semrawut. Jalan-jalan utama tanpa trotoar yang memadai. Sampah berserakan di beberapa ruas jalan. Kondisi pasar sentral tak lebih bagus daripada pasar induk Kramatjati, Jakarta Timur.

Saat kami masuk ke Kuala Kencana, ”kota kecil” di Timika, kondisinya ibarat langit dan bumi dibandingkan di pusat kota Timika. Kompleks permukiman dan perkantoran milik PT Freeport ini sangat tertata. Jaringan listrik ditanam di bawah tanah. Kompleks asri dengan hutan belantara. Di antara hutan dibangun rumah bergaya AS yang dihuni pegawai PT Freeport sejak 1995. Kompleks ini dilengkapi dengan alun-alun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan sekolah. (MHF/HAM/OTW)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.