Kompas.com - 27/10/2013, 11:14 WIB
Para penumpang turun dari pesawat perintis yang melayani rute Merauke - Tanah Merah di Bandar Udara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Selasa (2/7/2013). Pesawat perintis sangat efektif untuk membuka keterisolasian wilayah di Papua yang sebagian besar wilayahnya hutan dan tidak dapat ditembus melalui jalur darat maupun laut atau sungai. Pemerintah daerah memberikan subsidi anggaran untuk melayani rute-rute tersebut.  KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPara penumpang turun dari pesawat perintis yang melayani rute Merauke - Tanah Merah di Bandar Udara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Selasa (2/7/2013). Pesawat perintis sangat efektif untuk membuka keterisolasian wilayah di Papua yang sebagian besar wilayahnya hutan dan tidak dapat ditembus melalui jalur darat maupun laut atau sungai. Pemerintah daerah memberikan subsidi anggaran untuk melayani rute-rute tersebut.
EditorI Made Asdhiana
BOVEN DIGOEL, KOMPAS — Mesin truk menggeram. Asap knalpot membubung mengiringi putaran roda yang tak kunjung mampu mengeluarkan kendaraan dari kubangan lumpur di Simpang Prabu, sekitar 150 kilometer sebelum Boven Digoel dilihat dari arah Merauke, Papua. Satu truk terperosok, belasan kendaraan lainnya pun tak pelak mengantre di belakangnya. Semakin lama kendaraan terjebak lumpur, makin panjang pula antrean.

Para sopir dibantu beberapa warga pun bahu-membahu menarik truk itu keluar dari kubangan. Satu kendaraan terbebas, kendaraan di belakangnya menunggu lagi untuk berjuang di lumpur sebelum dapat meneruskan perjalanan.

Kondisi lazim terjadi di ruas Merauke-Boven Digoel sehabis hujan mengguyur, yakni terutama di ruas jalan tanah sekitar proyek pengerjaan jembatan. Waktu, tenaga, dan uang terbuang karena buruknya kondisi jalan.

Saat ini, hanya kendaraan-kendaraan gardan ganda dengan ban radial yang dapat melayani transportasi warga dari Merauke-Boven Digoel. Tarifnya sekali jalan Rp 700.000 per orang dengan menempuh jarak sekitar 410 kilometer.

Pesawat bisa jadi alternatif. Namun, tarifnya Rp 1 juta per orang untuk menempuh rute Merauke-Boven Digoel selama sekitar satu jam. Asalkan, cuaca memungkinkan pesawat menerbangi rute tersebut.

Meskipun agak terisolasi, Boven Digoel berkembang. Pembangunan infrastruktur berjalan meski agak lamban. Sejarah mencatat, pada zaman Belanda, Digoel merupakan tempat yang terisolasi di tengah lebatnya hutan belantara. Lokasinya terkesan menakutkan. Bukan hanya karena alamnya demikian keras, tetapi juga siksaan kaum kolonialis, tangisan kesedihan, kegeraman, dan kertakan gigi. Bahkan, darah yang tertumpah untuk perjuangan membebaskan dari belenggu kolonialis.

Di masa Belanda, Kabupaten Boven Digoel, yang dikenal dengan sebutan Digoel Atas, merupakan lokasi pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Lokasi ini terletak di tepi Sungai Digul Hilir, Tanah Papua bagian selatan. Di Ensiklopedi Nasional Indonesia, jilid 4, disebutkan, Digoel disiapkan tergesa-gesa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menampung tawanan pemberontakan November 1926″. Boven Digoel kemudian digunakan sebagai lokasi pembuangan pemimpin-pemimpin nasional. Jumlahnya hingga sekitar 1.308 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di kabupaten tersebut terdapat sejumlah peninggalan Belanda dan para tawanan politik. Di antaranya rumah sakit bestuur (pengurus), penjara bawah tanah, dan makam para tawanan. (MHF/HAM/OTW/CAS)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Jalan Jalan
Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Travel Update
Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Jalan Jalan
Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.