Musi Triboatton, Mengangkat Budaya Hidup Sungai

Kompas.com - 20/11/2013, 12:14 WIB
Etape II Musi Triboatton 2013 dimulai dari Jembatan Kuning di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (19/11/2013). Etape II ini diawali dengan menyusuri Musi dengan perahu cepat. Ajang ini jadi promosi wisata petualangan dan budaya sungai.
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMEtape II Musi Triboatton 2013 dimulai dari Jembatan Kuning di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (19/11/2013). Etape II ini diawali dengan menyusuri Musi dengan perahu cepat. Ajang ini jadi promosi wisata petualangan dan budaya sungai.
EditorI Made Asdhiana
MUARA BELITI, KOMPAS — Untuk mengangkat budaya sungai di tepian Musi, Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Musi Triboatton 2013. Acara yang berlangsung dari Sabtu (16/11/2013) hingga Jumat (22/11/2013) mendatang itu diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata di wilayah tersebut.

Salah satu kegiatan yang diangkat dari Musi Triboatton adalah serapungan di Kabupaten Empat Lawang yang juga hulu Sungai Musi. Serapungan adalah cara masyarakat setempat menyeberangi sungai dengan cara mengapung dengan menggunakan dua bilah bambu yang diikat menjadi satu. Di atas dua bilah bambu itu, warga menyeberangi sungai belasan meter dengan arus cukup deras.

Zaman dulu, cara ini seperti lazim digunakan masyarakat pedesaan Empat Lawang. Sebab, jembatan dan sarana penyeberangan masih minim. Meskipun kini tidak lagi dipraktikkan, serapungan tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Biasanya, festival serapungan yang digelar setiap tahun pada hari jadi Kabupaten Empat Lawang diikuti ribuan orang. Namun, di luar Sumsel serapungan belum dikenal secara luas.

Dengan Musi Triboatton, para peserta dapat menikmati budaya dan kehidupan sungai di sepanjang perjalanan menyusuri Musi. Perjalanan dimulai di etape II dari Tebing Tinggi-Muara Kelingi sepanjang 140 kilometer dengan perahu cepat, selanjutnya bermalam di perahu kayu tradisional (jukung). Sebanyak 15 jukung yang telah dimodifikasi sebagai hotel terapung sudah disiapkan untuk menempuh perjalanan Muara Beliti-Sekayu sekitar 165 kilometer.

Musi Triboatton di Kabupaten Musi Banyuasin lebih banyak mengangkat kuliner sungai. Kabupaten yang dikenal dengan masakan ikan ini juga menyajikan beragam jenis ikan yang langka di daerah lain, seperti ikan tapa dan roan.

KOMPAS/AGUS SUSANTO Warga menikmati senja dengan makan di perahu terapung di sekitar jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/4/2013). Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai dengan panjang 750 km ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar.
Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari mengatakan, Musi Triboatton diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata dan budaya Musi Banyuasin ke mancanegara. Selama ini, Musi Banyuasin belum banyak dikenal luas di tingkat nasional.

Hal sama dikatakan Wakil Bupati Empat Lawang Syahril Hanafiah. ”Ini satu-satunya festival internasional yang digelar secara rutin. Dengan acara ini, harapan kami sangat besar,” ujarnya.

Musi Triboatton merupakan festival wisata dan budaya yang dikemas dalam sejumlah lomba olahraga sungai, dari arung jeram, kayak, hingga dragon boat. Menempuh rute sungai sepanjang 500 kilometer, Musi Triboatton melalui lima kabupaten, seperti Empat Lawang, Musirawas, dan Musi Banyuasin. (IRE)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Jalan Jalan
Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Whats Hot
Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Jalan Jalan
Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Travel Tips
InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

Whats Hot
Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Makan Makan
Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Jalan Jalan
Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Whats Hot
Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

Whats Hot
11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

Makan Makan
Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Whats Hot
Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Whats Hot
KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

Whats Hot
Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X