Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/12/2013, 10:15 WIB
EditorI Made Asdhiana

Menurut pengelola Tourism Services Zimbabwe, Gordon Mukangawa, terdapat belasan operator Sunset Cruise di Victoria Falls. Maklum, kota kecil di perbatasan Zimbabwe dengan Zambia ini adalah kota wisata. Andalannya adalah air terjun raksasa Victoria Falls dengan pelangi yang terus-menerus menghiasi tebing raksasa.

Air terjun—tingginya bervariasi dengan bagian tertinggi 108 meter—ini juga merupakan bagian dari aliran Sungai Zambezi yang kami susuri tadi. Saking tingginya, percikan air terjun membentuk pelangi. Wisatawan yang ada di tepian tebing pun umumnya terkena percikan yang tampak seperti asap itu. Di musim penghujan, konon percikan terasa sampai tepian jalan yang cukup jauh dari tebing air terjun itu.

Victoria Falls dan pesiar di Sungai Zambezi membuat wisata ke wilayah ini menjadi sangat memuaskan. Setelah lelah, kuliner khas Afrika pun tersedia.

Selain di kafe di pusat kota, salah satu tempat mencicip makanan Afrika adalah The Boma. Restoran yang menyerupai pondokan-pondokan Afrika ini mengajak pengunjungnya benar-benar merasakan atmosfer Afrika. Sebelum masuk, pengunjung dipinjami selembar kain bercorak warna-warni yang diikatkan di salah satu bahu.

Menu disediakan secara buffet. Makanan utamanya barbeque daging kudu, daging guineafowl, daging sapi, serta beragam sosis. Selain itu, daging kudu dan guineafowl juga disetup. Pelengkapnya, semacam tumis bayam dan tzatza, semacam adonan gandum putih.

Sepanjang makan malam, penjaja lukis tubuh (body painting), cocktail, peramal, serta penata rambut Afrika berkeliling. Pengunjung bisa mendapatkan kepang ala Zimbabwe, lukisan unik di wajah, menikmati cocktail, atau mendengarkan ramalan sepanjang membayar.

Keriaan dibangun di akhir makan malam dengan mengajak penonton menabuh gendang bersama. Beberapa musisi dan penari memandu tabuhan dan diakhiri dengan menari bersama. Makan malam menjadi tak biasa.

Wisata yang ditawarkan memang dikemas dalam paket-paket yang menonjolkan suasana yang sangat Afrika. Tak hanya mendapatkan pemandangan alam, cuaca bersahabat, dan binatang-binatang liar yang eksotik, wisatawan juga diajak menikmati suasana tradisionalnya. (INA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

Jalan Jalan
5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

Travel Tips
Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Travel Update
5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film 'Pengabdi Setan' 

5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film "Pengabdi Setan" 

Jalan Jalan
Bikin Paspor 1 Hari Jadi, Bayar Rp 1 Juta

Bikin Paspor 1 Hari Jadi, Bayar Rp 1 Juta

Travel Update
Infrastruktur dan Akses Dikeluhkan Usai Konser Dewa-19, Menparekraf Ingin Pengelolaan JIS Lebih Terintegrasi

Infrastruktur dan Akses Dikeluhkan Usai Konser Dewa-19, Menparekraf Ingin Pengelolaan JIS Lebih Terintegrasi

Travel Update
Sandal Upanat untuk Naik ke Candi Borobudur Dipakai Delegasi ATF 2023

Sandal Upanat untuk Naik ke Candi Borobudur Dipakai Delegasi ATF 2023

Travel Update
Sejumlah Delegasi ATF 2023 Jelajahi Tempat Wisata di Kulon Progo

Sejumlah Delegasi ATF 2023 Jelajahi Tempat Wisata di Kulon Progo

Travel Update
6 Tempat yang Dikunjungi Delegasi ATF 2023 di Yogyakarta, ke Mana Saja?

6 Tempat yang Dikunjungi Delegasi ATF 2023 di Yogyakarta, ke Mana Saja?

Jalan Jalan
Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Travel Update
Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Travel Update
Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Sekian Tarifnya

Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Sekian Tarifnya

Jalan Jalan
Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Travel Update
New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+