Kompas.com - 30/12/2013, 11:55 WIB
Pebalap sepeda Tour de Singkarak 2013 melintasi tanjakan sesaat setelah start di Padang Pariaman, Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/6/2013). Etape 7 yang merupakan etape terakhir Tour de Singkarak dengan rute Padang Pariaman - Kota Padang menempuk jarak 143,5 km. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAPebalap sepeda Tour de Singkarak 2013 melintasi tanjakan sesaat setelah start di Padang Pariaman, Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/6/2013). Etape 7 yang merupakan etape terakhir Tour de Singkarak dengan rute Padang Pariaman - Kota Padang menempuk jarak 143,5 km.
EditorI Made Asdhiana
PADANG, KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Barat mengkhawatirkan Kota Padang ditinggalkan wisatawan jika lambat berbenah terutama soal pelayanan di kawasan obyek wisata dan pusat perbelanjaan.

"Padang kalau tidak hati-hati bisa saja ditinggalkan wisatawan, karena faktor ketidaknyamanan di pusat perbelanjaan maupun di sejumlah obyek wisata," kata Ketua DPD Asita Sumbar, Ian Hanafia ketika dikonfirmasi di Padang, Minggu (29/12/2013).

Menurut Ian, jika hal itu terjadi tentu dampaknya terhadap perekonomian masyarakat setempat yang bergantung pada sektor pariwisata. Kekhawatiran itu harus disikapi dengan langkah sinergi antara pemerintah daerah dengan komponen masyarakat bagaimana membuat sesuatu yang memikat wisatawan agar lebih lama menginap di Padang.

Terkait kondisi pusat perbelanjaan seperti di kawasan Imam Bonjol yang sudah tak nyaman lagi tamu luar ke sana, karena ada pasar darurat yang belum dibongkar sampai sekarang.

Padahal, beberapa tahun lalu bus-bus pariwisata berjejer di sana membawa tamu berbelanja. Namun sekarang kondisinya sangat memprihatinkan.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Suasana senja di Pantai Padang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (17/2/2012).
"Kini tamu inginnya lama di Bukittinggi. Di Padang hanya transit semalam saja menjelang mereka bertolak ke Jakarta. Untuk jalan-jalan ke obyek wisata di malam hari di Padang dibatasi, misalnya ke pantai Padang, karena menjamurnya tenda-tenda ceper," ujarnya.

Jadi biro travel tak banyak bicara, maka strateginya tak memberi ruang kepada tamu untuk melihat langsung hal-hal yang dapat berdampak negatif tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika lama-lama biro perjalanan menutup akses tamu ke titik-titik obyek wisata dan pusat berbelanjaan yang bisa mendatangkan pandangan negatif ke pariwisata, jelas dampak ekonomi masyarakat kurang berjalan," kata Ian.

Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan pemahaman dan sebagai garda terdepan dalam pengembangan pariwisata untuk ikut meringankan beban pemerintah daerah.

Apabila masyarakat menerima dengan baik setiap tamu yang datang, maka biro-biro perjalanan bisa selalu membawa tamu ke obyek wisata yang ada, misalnya ke pantai Padang dan pantai Air Manis.

Halaman:


Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Travel Update
Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Travel Update
Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.