Kompas.com - 19/02/2014, 14:55 WIB
EditorI Made Asdhiana
BOROBUDUR, KOMPAS.com - Kalangan pelaku wisata menyambut positif pembukaan kembali aktivitas kunjungan ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meskipun masih sebatas Zona II Taman Wisata Candi Borobudur, mulai hari ini terkait dengan dampak abu vulkanik Gunung Kelud.

"Kami menyambut positif pembukaan kembali Candi Borobudur untuk wisata, meskipun masih terbatas di zona II, belum bisa sampai di zona I karena akan memberi harapan baik untuk pedagang bisa memperoleh penghasilan dari jualan mereka," kata seorang pedagang suvenir di Zona II Luar TWCB yang juga Wakil Ketua Forum Rembug Klaster Kepariwisataan Candi Borobudur, Basiyo di Borobudur, Rabu (19/2/2014).

Ia mengatakan hampir seminggu terakhir, setelah hujan abu Gunung Kelud di Jawa Timur yang sampai Borobudur, Jumat (14/2/2014) pagi, para pedagang tidak bisa berjualan karena candi Buddha terbesar di dunia itu, ditutup untuk kegiatan wisata.

Para pedagang juga terlibat dalam pembersihan kawasan TWCB, khususnya lingkungan mereka berjualan dan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Kelud.

Basiyo yang juga Ketua Rukun Tetangga Pedagang Plaza Luar TWCB itu mengatakan bahwa keramaian wisatawan Candi Borobudur memengaruhi pendapatan yang baik para pedagang.

"Juga untuk pedagang yang di luar TWCB, juga memperoleh pendapatan yang baik, kalau kondisi pariwisata Borobudur telah pulih dari abu," katanya.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pembersihan debu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup bagi pengunjung selama proses pembersihan berlangsung.
Basiyo memahami kebijakan pengelola TWCB membuka aktivitas wisata Candi Borobudur masih dalam area terbatas di zona II karena upaya pembersihan candi dari abu vulkanik sesuai standar konservasi oleh petugas dan relawan hingga saat ini masih berlangsung.

Seorang pengurus Destination Management Organitation Local Working Group Kepariwisaan Candi Borobudur, Umar Chusaeni juga menyambut positif kebijakan membuka kembali aktivitas wisata Candi Borobudur, meskipun masih terbatas di Zona II TWCB.

"Ini kebijakan sangat baik karena orang berkunjung ke Borobudur memang tidak harus naik ke candi, kalau memang belum memungkinkan. Kemegahan Candi Borobudur sebenarnya juga bisa dinikmati dari zona II," katanya.

Menurut Umar, kepentingan konservasi Candi Borobudur juga harus mendapat perhatian serius. "Memang harapannya pembersihan dari abu segera selesai, kemudian dilanjutkan penelitian tingkat bahaya batu candi karena terkena abu vulkanik juga harus dilakukan. Harapannya segera bisa dibuka semua seperti sebelum terkena abu Gunung Kelud," kata Umar yang juga Koordinator Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) itu.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.