Kompas.com - 07/08/2014, 12:09 WIB
Bangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). Lawang Sewu merupakan gedung peningggalan dari perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904. Kristianto Purnomo-Fikria HidayatBangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). Lawang Sewu merupakan gedung peningggalan dari perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904.
|
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com – Pengamat Transportasi dan Perkotaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setiowarno mengkritik langkah Pemerintah Kota Semarang dalam memanfaatkan kawasan wisata. Menurut Djoko, Pemkot tidak serius dalam penataan wisata, salah satunya adalah tidak adanya moda transportasi yang menghubungkan antar daerah wisata.

Di Kota Semarang, ada beberapa kawasan wisata yang terus dibangun. Di antaranya, Desa Wisata Kandri Kecamatan Gunung Pati, Goa Kreo dan Waduk Jatibarang, Banjir Kanal Barat, Taman Margasatwa Mangkang dan beberapa daerah wisata lainnya. “Goa Kreo dan sekitarnya sekarang ini memang sudah jadi daerah wisata. Tapi, perlu dikhawatirkan nantinya akan ditinggalkan pengunjung, karena pemanfaatan daerah wisata tidak dibarengi dengan sarana transportasi umum yang memadai,” kata Djoko, di Semarang, Kamis (7/8/2014).

Sarana transportasi umum ke daerah wisata sangat diperlukan agar menjamin keterlanjutan kawasan wisata. Bagi Djoko, rugi jika pemerintah hanya membangun kawasan wisata, tapi tidak ada akses jalan yang baik menuju kawasan wisata.

Untuk itu, dia mengusulkan agar daerah wisata bisa dibangun jalur bus rapid transit (BRT) yang menghubungkan daerah wisata. Hal demikian akan lebih meningkatkan peran masyarakat terhadap keberlangsungan pariwisata di Kota Semarang. “Mungkin caranya bisa membuka jalur BRT Gungungpati-Simpang Lima yang melintasi hotel-hotel di tengah kota. BRT ini juga harus lewat rumah dinas Wali Kota Semarang, sehingga wali kota dapat memberi contoh yang baik dalam penggunaan transportasi umum,” paparnya.

BRT kawasan wisata juga diusulkan untuk melewati jalur wisata yang ramai dikunjungi pengunjung. Dia pun yakin jika kawasan wisata ada akses yang baik, maka Pemkot akan mendapat pemasukan yang lebih terkait pemanfaatan aset wisata. “Kalau jadi, nanti BRT juga bisa dilewatkan di Jalan Pamularsih kemudian sepanjang jalan Banjir Kanal Barat atau pada jalur obyek wisata unggulan. Semarang itu kaya potensi wisata, tapi jangan sampai miskin sarana transportasi wisata,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.