16 Bangunan Tua Kembali Direnovasi

Kompas.com - 20/08/2014, 19:27 WIB
Sepeda ontel wisata yang jumlahnya ratusan, berderet menanti penyewa di depan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta, Sabtu (7/5/2011).  KOMPAS/LASTI KURNIA Sepeda ontel wisata yang jumlahnya ratusan, berderet menanti penyewa di depan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta, Sabtu (7/5/2011).
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS - Sebanyak 16 bangunan yang hampir roboh di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, kembali direnovasi dan akan digunakan untuk berbagai kegiatan kreatif dan komersial. Dengan semakin banyaknya gedung yang direvitalisasi, diharapkan kawasan Kota Tua semakin hidup, tertata, dan menjadi tujuan wisata yang layak.

Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) selaku pemilik gedung dan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (JOTRC) selaku pelaksana revitalisasi dilakukan di Balai Kota, Selasa (19/8/2014), disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Direktur Utama PT Pembangunan Kota Tua Jakarta Lin Che Wei mengatakan, 16 bangunan milik PT PPI itu berlokasi di Jalan Kalibesar Timur Raya, Jalan Kalibesar Timur IV, Jalan Pintu Besar Utara, dan Jalan Malaka. Bangunan-bangunan ini sudah beberapa kali direnovasi sebelumnya. ”Kondisinya sudah rusak parah dan selama puluhan tahun terbengkalai. Renovasi dilakukan tanpa mengubah fasad dan bentuk bangunan. Perubahan hanya dilakukan di dalam gedung,” katanya.

Selama ini, tidak ada kontrak pemanfaatan yang terwujud. Gedung-gedung milik PPI itu hanya dimanfaatkan ilegal oleh individu dan pihak tertentu sebagai tempat parkir kendaraan bermotor dan gudang.

Bangunan yang akan direnovasi itu bernilai sejarah tinggi. Salah satunya adalah gedung bekas toko kelontong Van Vlueten & Cox yang didirikan pada 1856. Bangunan penting lainnya adalah bekas gedung Tjipta Niaga yang didirikan pada 1912 dan didesain oleh arsitek Ed Cuypers En Hulswit. Gedung ini pernah menjadi kantor Internationale Credit en Handels Maatschappij.

Lin Che Wei mengatakan, renovasi gedung dilakukan di bawah pengawasan arsitek dan pakar renovasi bangunan cagar budaya, Han Awal. Proyek revitalisasi juga melibatkan arsitek lain, seperti Andra Matin, Yori Antar, Ichsan Harja Nugraha, serta arsitek dari firma Office for Metropolitan Architecture (OMA) yang berbasis di Rotterdam, Belanda.

”Proyek revitalisasi diharapkan selesai dalam dua tahun. Kami masih menghitung pembiayaan yang berasal dari konsorsium. Nantinya gedung-gedung itu akan dimanfaatkan untuk pusat kegiatan kreatif, ritel, kafe, restoran, galeri seni, penginapan, kantor, toko buku, dan pusat pengembangan kampus Institut Kesenian Jakarta,” ujarnya.

Direktur Utama PT PPI Wahyu Suparyono mengatakan, ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan andaikata Kota Tua bisa menjadi pusat wisata. Bangunan tua di kawasan itu memiliki nilai, tetapi tidak dimanfaatkan.

”Gedung itu tak dipakai, tetapi tetap ada biaya yang dikeluarkan perusahaan. Ini tentu tidak benar sehingga harus dilakukan optimalisasi aset dengan cara memperbaiki kembali gedung-gedung bersejarah ini. Atap bangunan banyak yang berlubang atau hampir roboh, tetapi konstruksinya masih bagus,” katanya.

PT PPI merupakan badan usaha milik negara yang memiliki aset bangunan paling banyak di kawasan Kota Tua. Gedung itu merupakan hasil nasionalisasi atas gedung peninggalan era kolonialisme Belanda. Beberapa gedung sudah direnovasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti Toko Merah dan gedung Athena Discotheque.

Basuki mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertekad mengembalikan Kota Tua sebagai permata Jakarta. (FRO)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X