Setu Babakan Siapkan Paket Wisata Budaya

Kompas.com - 13/10/2014, 17:44 WIB
Pengunjung melihat pentas lenong yang dimainkan kelompok seni Bina Irama di kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2012). KOMPAS/IWAN SETIYAWANPengunjung melihat pentas lenong yang dimainkan kelompok seni Bina Irama di kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2012).
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akan menyediakan paket kunjungan wisata budaya Betawi berupa pelatihan kepada para pengunjungnya.

"Paket baru dirancang, jadi saat ini selain hari Minggu, pengunjung yang ingin belajar nari atau masak, mereka (pengunjung) terlebih dahulu memesan," kata Anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Indra Sutisna, Senin (13/10/2014).

Indra menjelaskan paket kunjungan tersebut rencananya berisi paket hiburan, demo masak dan pelatihan. "Misalnya pengunjung mau menyaksikan dan mau diajarkan lenong atau tari di hari-hari biasa, kami akan mempersiapkannya untuk kunjungan mereka," katanya.

Dia menambahkan, untuk kuliner, pengelola akan menyiapkan bahan-bahan dan perajinnya.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Anak-anak melakukan pemanasan sebelum berlatih menari di sanggar tari di Kampung Betawi Situ Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2013). Kampung Situ Babakan merupakan salah satu kampung betawi yang masih bertahan di Jakarta. Di kawasan yang juga menjadi obyek wisata budaya ini masih dapat ditemukan rumah adat betawi, pembuat dodol dan bir pletok.
"Misalnya buat dodol Betawi, kami harus sediakan perajinnya, perlengkapan dan bahannya. Jadi pengunjung terlebih dulu memesan sesuai keinginannya agar kami bisa mempersiapkannya, selain hari Minggu ya," katanya.

Setiap hari Minggu Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mengadakan pergelaran seni Betawi dan gratis kepada pengunjung.

Selain menyiapkan perlengkapannya, menurut Indra, dibutuhkan juga pemandu, misalnya memandu mereka belajar menari ataupun memasak. "Pemandu di sini hanya lima orang, kalau pengunjungnya banyak, ya kami akan tambah juga pemandunya," katanya.

Pemandu tersebut berasal dari pemuda masyarakat sekitar yang telah mendapat pelatihan untuk melayani wisatawan.

Seorang pedagang kerak telor yang tinggal di kawasan itu, Udin mengatakan sering mengajar membuat kerak telor kepada pengunjung ketika di minta menjadi pemandu oleh pengelola.
"Senang, karena pengunjung mau belajar budaya Betawi," katanya.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Tari-tarian khas Betawi ditampilkan pada pembukaan Pasar Seni Jakarta di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/11/2013).
Sementara seorang pengunjung, Ayu Dwi Ratnasari asal Bandung mengatakan sebelum dia bersama 60 rekannya berkunjung mereka menginformasikan agenda tujuan kunjungan ke pengelola perkampungan.

"Senang banget. Kami di sini belajar nari Tari Sirih Kuning, buat ondel-ondel mini dari shuttlecock bekas dan membuat kerak telor," kata Ayu yang juga seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X