"E-Tourism", Bentuk Promosi Pariwisata Indonesia Selanjutnya

Kompas.com - 24/12/2014, 14:31 WIB
Dalam kunjungannya ke Gianyar, Bali, Jumat (7/11/2014) dan Sabtu (8/11/2014), Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Festival dan Selebrasi 100 Tahun  Gong Kebyar di kawasan Puri Saren Ubud. PUSKOMPUBLIK KEMENTERIAN PARIWISATADalam kunjungannya ke Gianyar, Bali, Jumat (7/11/2014) dan Sabtu (8/11/2014), Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Festival dan Selebrasi 100 Tahun Gong Kebyar di kawasan Puri Saren Ubud.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia lebih besar lagi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengumumkan bahwa ia akan memakai sarana digital sebagai sarana promosi. “Sarana digital menjadi sasaran promosi yang baik. Biaya tentu jauh lebih murah dibandingkan promosi konvensional. Biaya lewat digital itu kalau dibandingkan dengan konvensional ialah sepertiganya. Sepertiga biaya tapi berdampak dua per tiga. Sedangkan konvensional malah sebaliknya. Jadi lebih baik mana?” katanya saat peluncuran brandingWonderful Indonesia dan Pesona Indonesia di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Langkah promosi ini selanjutnya dinamai dengan “E-Tourism”. Dalam teknisnya, langkah ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk mengenalkan Indonesia pada dunia. “E-Tourism adalah platform digital yang menghubungkan seluruh stakeholder pariwisata, mempermudah proses perizinan, mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta memberikan kemudahan bagi seluruh wisatawan menjelajahi pesona Indonesia melalui aplikasi yang mudah digunakan, kapan pun dan di mana pun,” urainya.

Pada hari yang sama, Arief juga mengumumkan peluncuran 7 layanan E-Tourism tersebut. Diantaranya, Portal Pariwisata yang terintegrasi (hi-indonesia.com), Mobile Application (Hi Bali), Wonderful TV (WOI TV), Digital Photo Bank, Sinema Online dan Sinema Digital, penganugerahan travel blogger 2015, dan www.indonesafilm.net.

Saat ini, untuk WOI TV masih terintegrasi dengan UseeTV. “Content-nya itu didapat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) seluruh Indonesia. Tapi ke depannya, WOI TV akan berdiri sendiri menjadi tv streaming yang programnya akan diatur atas integrasi Disbudpar seluruh Indonesia. Jadi kapan pun dan siapa pun yang ingin mengenal dan mengetahui Indonesia lebih jauh bisa melihatnya,” tutur Project Director UseeTV, Mayun W.

Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar yang hadir pada malam itu turut mengapresiasi.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI E-Tourism, cara baru untuk promosi pariwisata Indonesia

E-Tourism merupakan terobosan yang bagus. Di era digital, orang lebih senang memperhatikan telepon genggamnya. Mereka menuntut yang serba mudah dan cepat. Sarana digital dapat memenuhi keinginan itu. Promosi ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan baik secara kualitas maupun kuantitas,” ungkapnya.

Memang, menurut Sapta, untuk urusan biaya belum dapat diukur sejauh mana, hanya saja sarana digital dinilai lebih murah. “Tapi jangan lupa, di bidang pariwisata perlu diiringi pendekatan secara konvensional juga karena kita juga berhubungan dengan experience,” saran Sapta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X