Kompas.com - 26/12/2014, 15:14 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Wisata Aceh identik dengan pantai-pantai yang cantik ataupun wisata religi. Tetapi, Nanggroe Aceh Darussalam juga menjadi surga pecinta kuliner khas lokal. Di sini, wisatawan bisa mencicipi beragam kekayaan kuliner tradisional yang masih lestari. Berikut beberapa kuliner khas Aceh yang mudah didapatkan di kedai atau warung, maupun restoran.

Ayam Tangkap. Menu ini terkesan meriah. Sebab, ayam yang digoreng dalam bumbu rempah seakan bersembunyi dari lebatnya dedaunan. Daun-daun yang dipakai mulai dari daun salam, pandan, kari, sampai daun jeruk. Semuanya ikut digoreng bersama potongan ayam. Juga cabai hijau.

Sate Matang. Keunikan sate ini adalah disajikan dengan sup dengan kuah kaldu kambing. Jika dilihat sekilas seperti tongseng kambing. Sate Matang berasal dari daerah Matang, jadi nama tersebut dari daerah asalnya. Biasanya kambing yang digunakan. Potongan daging kambing relatif besar.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Mi Aceh

Mi Aceh. Agak susah menemukan "Mi Aceh" di Aceh. Ya, karena sebutan "Mi Aceh" hanya muncul jika menu mi khas Aceh ini dijual di luar Aceh. Walau di Banda Aceh, warung-warung kerap memakai kata "Mi Aceh". Sama seperti anekdot yang mengatakan seseorang tidak akan menemukan "Warung Padang" di Padang.

Ciri khas dari Mi Aceh adalah kuahnya yang kental dan seperti kuah kari. Aneka rempah memperkuat cita rasa kuahnya. Biasanya isian mi berupa bahan-bahan laut seperti cumi, udang, atau kepiting.

Kopi Pancung. Orang Aceh terkenal gemar "nongkrong", bercakap-cakap di warung kopi sambil menyesap kopi pancung. Sangat mudah menemukan kedai kopi di bumi Aceh. Kopi hitam yang disajikan di cangkir kecil ibarat espresso. Minumnya lamat-lamat, jangan sekali tegak. Kopi yang dipakai biasanya kopi Gayo.

Kopi diseduh dengan menggunakan alat penyaring dari kain. Kopi lalu ditarik berkali-kali hingga tercipta buih. Perlu keahlian tersendiri untuk bisa menyaring kopi dengan kain. Bahkan, konon "barista" kopi yang sudah berpengalaman dibayar cukup mahal oleh pemilik kedai kopi.

Kue Timpan. Saatnya mencicipi kue-kue manis yang layak dijadikan camilan. Kue Timpan terasa legit karena menggunakan srikaya. Bahan launnya adalah kelapa dan telur. Adonan dibungkus dengan daun pisang muda. Kue Timpan cocok dimakan dengan kopi. Sangat mudah menemukan kue ini karena biasanya dijual di warung kopi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.