Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Rute Pawai Tatung Cap Go Meh 2015 di Singkawang

Kompas.com - 02/03/2015, 09:32 WIB
Kontributor Singkawang, Yohanes Kurnia Irawan

Penulis

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Jelang puncak perayaan Cap Go Meh (CGM), panitia merilis rute yang akan dilewati para tatung yang akan beratraksi di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tahun ini puncak perayaan tahunan dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2015 atau bertepatan tanggal 15 dalam penanggalan imlek.

Sekretaris Panitia CGM 2015, Bong Wui Khong mengatakan, rute tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti biasa, titik kumpul para tatung akan dipusatkan di Stadion Kridasana. “Nantinya para peserta pawai ini akan mengambil start dari Stadion Kridasana, menuju ke Jalan Yohana Godang, kemudian masuk ke Jalan GM. Situt, melewati jembatan pasar ikan, dan dilanjutkan ke Jalan Setia Budi melawan arus menuju jalan Bawal,” kata Bong Wui Khong, Minggu (1/3/2015).

Kemudian, lanjut Bong Wui Khong, peserta pawai berbelok ke Jalan Bawal, masuk ke Jalan Budi Utomo untuk melintasi panggung kehormatan. Dari sana peserta masuk ke Jalan Sejahtera, Jalan Niaga dan berakhir di Jalan Kepol Mahmud menuju Altar. “Nanti para peserta akan berhenti sejenak sembari menunggu sambutan dari gubernur, maupun wali kota serta pejabat penting lainnya,” ujarnya.

Untuk lokasi parkir disediakan di sepanjang Jalan P. Diponegoro menuju Hotel Mahkota di bagian sebelah kiri bahu jalan, Terminal Pasiran sampai arah Jalan Sagatani/Pontianak, Gedung Bantilan dari arah Singkawang menuju ke Selatan (Pontianak), Mess Daerah dari arah Jalan Bambang Ismoyo, Komplek Studio dari Jalan Yos Sudarso, Jalan Kalimantan dari arah Singkawang Timur dan Bengkayang, Terminal Bengkayang dari Singkawang Timur/Bengkayang atau di seputaran lahan kosong sekitar Stadiun Kridasana.

Untuk akses keluar dan masuk Kota Singkawang, akses dari Pontianak menuju Singkawang dan Sambas digunakan dua arah yaitu, Jl Raya Sakok, Jl A. Yani, Jl Alianyang, dan Jl Ratu Sepudak. Kemudian akses dari Sambas menuju Bengkayang dan sebaliknya digunakan dua arah, Jalan Ratu Sepudak, Jalan Bambang Ismoyo, Jalan Sudirman, Jalan Pahlawan, dan Jalan Raya Bengkayang.

Akses Pontianak - Bengkayang atau sebaliknya, yaitu Jl Raya Bengkayang, Jalan Pahlawan, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Bambang Ismoyo, Jalan Alianyang, Jalan Bambang Ismoyo, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Pahlawan, dan Jalan Raya Bengkayang.

Secara keseluruhan jumlah peserta yang sudah ikut mendaftar baik itu miniatur maupun tandu parang yakni 400. Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Meskipun hanya bertambah dua peserta. "Kita hanya mendata sesuai tempat ibadah. Kalau tidak ada tempat ibadah, maka tidak kita layani. Termasuk dengan jumlah berapa laki-laki dan perempuan belum kita ketahui pasti karena pendataan hanya berdasarkan dewa di tempat ibadah," kata Bong Wui Khong.

Hanya saja, Bong Wui Khong tidak bisa memastikan peserta yang sudah mendaftar ini apakah benar-benar ikut pawai atau tidak. "Mereka yang sudah mendaftar kita berikan buku paramita. Nanti semuanya tergantung mereka, jika ada dana maka bisa gabung saat hari H. Jika tidak maka tidak bisa turun. Makanya kita tidak bisa memastikan apakah mereka akan ikut serta atau tidak saat hari H," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

Jalan Jalan
7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

Jalan Jalan
Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Travel Update
Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Travel Tips
Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Travel Update
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Travel Update
Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Jalan Jalan
Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Travel Update
KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

Travel Update
Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Travel Update
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Travel Update
Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Travel Update
Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Jalan Jalan
Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com