Kompas.com - 14/03/2015, 14:55 WIB
Pemerintah Kota Bekasi membagikan 3.000 porsi gabus pucung gratis kepada warga saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2015). Kegiatan ini sekaligus menyongsong HUT kota ini yang jatuh pada Selasa (10/3/2015) lalu. KOMPAS/HARRI SUSILOPemerintah Kota Bekasi membagikan 3.000 porsi gabus pucung gratis kepada warga saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2015). Kegiatan ini sekaligus menyongsong HUT kota ini yang jatuh pada Selasa (10/3/2015) lalu.
EditorI Made Asdhiana

BAGI warga Kota Bekasi ataupun pendatang yang tinggal di Bekasi, tak lengkap rasanya jika tak mencicip makanan tradisional Betawi khas Bekasi. Terutama bagi mereka yang bosan dengan menu restoran cepat saji yang kini terserak di sudut-sudut kota.

Menyebut kuliner khas Betawi di Bekasi apalagi kalau bukan gabus pucung. Jika sedang berada di tengah Kota Bekasi, tidak perlu pikir panjang untuk mampir ke Pondok Gabus Lukman. Lokasinya di Jalan Jenderal Soedirman, tidak jauh dari Stadion Kota Bekasi.

Tak lama berada di Pondok Gabus Lukman, gabus pucung sudah tersaji di depan. Wanginya aroma gabus pucung tercium kuat. Selain gabus, juga sudah siap sepiring nasi dengan dua potong tempe goreng, sepiring kecil sambal cabai hijau, dan sepiring lalapan seperti daun selada, ketimun, terung bundar hijau, dan petai rebus.

Sayangnya, menu istimewa lainnya tak tersedia. Masakan yang sudah dibayangkan sejak dalam perjalanan, yakni pecak lele dan urap kencur, tak tersedia. ”Maaf banget ya Bang, bahannya kagak ada di pasar, ini aja gabus susah banget dapetnya,” kata Lukman, penerus Warung Nasi Sabi’ih sejak 1960 dan sejak 1980 berganti menjadi Pondok Gabus Lukman.

Tak sabar rasanya untuk segera menyeruput kuah gabus berbumbu bawang merah, bawang putih, daun salam, sereh, rempah-rempah, asam, dan pucung atau kluwak. Inilah rawon asam khas Betawi, yakni tidak berbahan daging, tetapi ikan gabus. Orang Banjar di Kalimantan Selatan menyebutnya haruan. Sementara di Bumi Borneo, ikan gabus untuk bahan abon, amplang atau kerupuk, atau dibumbu pedas semacam balado untuk ketupat sayur atau nasi kuning.

Saat ditanya bagian mana dari ikan gabus yang ingin dimakan, ah tentu saja tengah atau badan. Adakah telur ikan gabus? ”Yaelah, kagak ada Bang, emang lagi butuh,” kata Lukman memancing.

Daging ikan gabus memang gurih dan lembut. Daging tidak amis karena dihilangkan dengan abu gosok. Saat penyajian, potongan ikan gabus jadi lebih terang dan tidak terlalu hitam. Kuah rawon gurih sekaligus bercampur sensasi rasa asam.

Apakah cuma Pondok Gabus Lukman tempat pengunjung menikmati sejumlah masakan khas Betawi? Jawabannya, tidak.

Yang ingin petualangan kuliner serupa, cobalah Gabus Pucung Syamsudin Kombo di Harapan Indah, Bekasi, atau warung Tamit Riman di Jatiasih.

Untuk melestarikan kuliner ini, Pemerintah Kota Bekasi membagikan 3.000 bungkus gabus pucung kepada warga Bekasi saat hari bebas kendaraan bermotor, Minggu (8/3). Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, acara itu bertujuan agar makanan tradisional kembali mencuri hati warga Bekasi. Jadi, kalau singgah ke Bekasi, jangan ragu untuk mencicip si hitam gabus pucung. (BRO/ILO)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

Travel Update
Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X