Kompas.com - 25/04/2015, 13:07 WIB
Wisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SLEMAN, KOMPAS.com - Komunitas Relawan Lereng Merapi Dusun Jambon, Sindumartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta merintis wisata minat khusus sirkuit "offroad" di lahan bekas penambangan di daerah aliran Sungai Gendol.

"Sirkuit 'offroad' tersebut ke depan dikembangkan sebagai obyek wisata minat khusus," kata Ketua Komunitas Relawan Forum Peduli Bumi (FPB) Nanang Setyoaji, Jumat (24/4/2015).

Menurut dia, dibuatkannya dua trek offroad ini ditujukan untuk meningkatkan perekonomian warga beserta relawan.

"Untuk pengenalan aset wisata 'offroad' ini, kami telah uji coba menggelar event selama dua hari pada Sabtu (18/4/2015) malam, dan Minggu (19/4/2015). Event tersebut, terbukti mendapat apresiasi para penggemar 'offroad', setidaknya ada 70 peserta yang mengikutinya, dari berbagai daerah tak hanya sekitar Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, pembuatan sirkuit ini, sudah dilakukan sejak beberapa waktu, terdiri dari dua jalur trek. Selain di area lahan kas desa setempat, juga melintas Sungai Gendol, bekas normalisasi sungai.

"Sementara ini sirkuit tersebut hanya dikhususkan untuk kendaraan Jeep saja. Namun bukan tidak mungkin ke depannya akan dikembangkan juga bisa digunakan motor trail," katanya.

Nanang mengatakan, adanya aset wisata minat khusus seperti ini, selain diharap bisa mampu meningkatkan ekonomi warga, juga menambah kas komunitas relawan.

"Karena selama ini, ketika ingin membeli peralatan, harus patungan setiap anggota. Untuk membeli gergaji mesin saja, kami sering patungan. Selain bisa meningkatkan ekonomi warga, kan juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan relawan," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi mengatakan, pihaknya baru akan memantau rintisan objek wisata baru ini.

"Itu kreativitas masyarakat setempat. Suatu objek wisata terutama yang mempunyai konsep tidak jauh seperti Volcano Lava Tour di Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, harus benar-benar memperhatikan kenyamanan dan keselamatannya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.