Kompas.com - 01/05/2015, 09:22 WIB
Perkebunan Teh Dewata, Gunung Tilu, Ciwidey, Jawa Barat, Rabu (29/4/2015). Perkebunan Teh Dewata memiliki luas lahan 600 hektar dan dikelilingi oleh wilayah Cagar Alam Gunung Tilu. Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoPerkebunan Teh Dewata, Gunung Tilu, Ciwidey, Jawa Barat, Rabu (29/4/2015). Perkebunan Teh Dewata memiliki luas lahan 600 hektar dan dikelilingi oleh wilayah Cagar Alam Gunung Tilu.
|
EditorI Made Asdhiana

BANDUNG, KOMPAS.com – Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar dalam segi agrowisata. Berbagai perkebunan seperti teh, kopi, holtikutura, peternakan siap untuk dikemas menjadi destinasi pariwisata. Namun, Perkebunan Teh Dewata di Gunung Tilu, Ciwidey, Jawa Barat belum siap jika wilayahnya dijadikan agrowisata karena terkendala masalah infrastrukur.

“Sebenarnya sisi pariwisata sangat potensial. Dewata pernah mengembangkan ke arah ecotourism. Jalan kita masih jelek, terutama komunikasi. Di sini gak ada sinyal. Susah kan kalau mau upload foto. He he,” kata Direktur PT KBP Chakra, Teguh Kustiono kepada KompasTravel di Bandung, Rabu (29/4/2015).

Menurut Teguh, pada dasarnya wisatawan yang datang ingin menginap di hotel berbintang. Padahal sebenarnya jika mendirikan kemah di kawasan perkebunan akan jauh lebih menyenangkan. Namun ia berpendapat kalau wisatawan selalu ingin yang terbaik. Oleh karena itu, ia juga menganggap agrowisata di Perkebunan Teh Dewata masih tersegmentasi.

“Wisatawan yang mana? Apakah senang dengan jalan rusak? Itu yang benar-benar cinta alam banget. Segmen yang suka jalan masih rusak masih sedikit,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan agrowisata di Gunung Mas, memang di Perkebunan Teh Dewata tidak dibuka secara komersial. Ia mengatakan jika ada yang ingin berkunjung, harus terlebih dahulu menyusun agenda. Pada dasarnya ia menganggap edukasi itu sangat penting. Namun lagi-lagi, fasilitas pendukung masih belum tersedia.

Namun demikian, ia menyadari satu kegiatan yang paling menarik di kawasan perkebunan teh adalah tea walk. Wisatawan dapat berjalan kaki menyusuri perkebunan teh mulai dari pagi hari. Pihaknya mengaku memiliki jalur pendakian untuk wisatawan yang ingin menyusuri perkebunan teh.

Perkebunan Teh Dewata telah ada sejak tahun 1932 di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Luas Perkebunan Teh Dewata mencapai 600 hektar dan dikelilingi oleh Cagar Alam Gunung Tilu. Perkebunan Teh Dewata terletak di Gunung Tilu, Ciwidey, Jawa Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.