Kompas.com - 21/05/2015, 10:36 WIB
Pendaki beristirahat di pos Pasar Bubrah usai mendaki puncak Gunung Merapi (2.896 mdpl) dari jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014). Merapi adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Status gunung saat ini normal setelah sempat dinaikkan karena terjadi beberapa erupsi kecil. Pendakian ke gunung ini masih berbahaya penuh material lepas. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATPendaki beristirahat di pos Pasar Bubrah usai mendaki puncak Gunung Merapi (2.896 mdpl) dari jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014). Merapi adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Status gunung saat ini normal setelah sempat dinaikkan karena terjadi beberapa erupsi kecil. Pendakian ke gunung ini masih berbahaya penuh material lepas.
|
EditorI Made Asdhiana

Seperti contoh laporan ANAM pada tahun 2009 menyebutkan kecelakaan yang paling sering terjadi ketika mendaki gunung adalah jatuh atau terpeleset. Sebanyak 3.879 kasus kecelakaan pendakian gunung yaitu jatuh atau terpeleset di medan berbatu. Sementara 763 kasus kecelakaan adalah tertimpa batu atau objek lain. Kesalahan lain yang berkontribusi dalam kecelakaan pendakian gunung adalah mendaki tanpa menggunakan tali, melebihi kemampuan, dan peralatan pendakian yang tidak memadai.

Dengan mempelajari laporan-laporan kecelakaan ketika pendakian gunung, pendaki dapat belajar mengambil keputusan terbaik sebelum mendaki. Keputusan terbaik yang diambil oleh pendaki adalah kunci untuk selamat sampai tiba di rumah.

Mengetahui Sumber Bahaya

Ketika mendaki gunung, bahaya selalu mengancam para pendaki. Pengetahuan tentang sumber bahaya pendakian mutlak diketahui oleh para pendaki. Terdapat dua jenis sumber bahaya saat mendaki gunung yaitu bahaya obyektif dan subjektif. Bahaya obyektif berasal gunung yang akan didaki, sementara subyektif berasal dari para pendaki sendiri.

Bahaya obyektif dari gunung yang didaki seperti kemiringan medan, biodiversitas di sekitar jalur, medan pendakian, cuaca, dan pengaruh ketinggian. Sementara bahaya subyektif seperti pengambilan keputusan yang buruk, pengetahuan pendakian yang kurang maksimal, kesehatan yang kurang, dan cara bertindak yang buruk. Kecelakaan saat mendaki banyak didominasi oleh bahaya subyektif terutama pengambilan keputusan yang buruk.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Salah Satu Jalur Terjal yang Dilalui Saat Mendaki Gunung Gede, Taman Nasional Gede Pangrango, Bogor, Jawa Barat

Memahami Risiko

Risiko yang dapat diterima adalah hal yang sulit untuk diukur. Setiap pendaki memiliki tingkat risiko yang berbeda. Beberapa pendaki senang dapat menuntaskan pendakian puncak gunung yang paling menantang dengan komitmen yang serius, alat pendakian terbaik, dan kondisi fisik yang prima. Namun karena tingkat risiko yang berbeda, pendaki berpikir tentang risiko yang diterima dan terlalu optimis dapat melampaui. Pada kenyataan di lapangan, banyak pendaki yang terluka bahkan terbunuh karena tidak mengetahui bahaya yang akan dihadapi.

Perencanaan Pendakian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perencanaan pendakian yang baik adalah mendaki dengan mengetahui risiko. Untuk mengetahui, pendaki dapat melakukan riset melalui buku dan juga dapat bertanya kepada orang yang sebelumnya telah mendaki gunung. Dalam menyusun perencanaan pendakian, pendaki dapat melakukan riset dengan pedoman seperti bahaya yang mengancam, cara pencegahan dan penanggulangan, dan kebutuhan pengetahuan penyelamatan.

Tetap Waspada

Selama melakukan pendakian, para pendaki sebaiknya tetap pada rencana yang telah disusun dan tetap waspada pada perubahan kondisi. Perubahan kondisi selama pendakian seperti mengalami luka, hujan, kehilangan peralatan, medan pendakian yang berubah, cuaca buruk, kelelahan atau cedera, kekurangan makanan, dan segala potensi bahaya yang dapat menjadikan kecelakaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.