Kompas.com - 22/05/2015, 14:38 WIB
Kain tenun merupakan salah satu produk khas dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tersedia di pasar, salah satunya di Pasar Alok, Jumat (17/1/2014). Selembar kain tenun rata-rata bisa dibawa pulang dengan merogoh uang hingga Rp 400.000. KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOKain tenun merupakan salah satu produk khas dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tersedia di pasar, salah satunya di Pasar Alok, Jumat (17/1/2014). Selembar kain tenun rata-rata bisa dibawa pulang dengan merogoh uang hingga Rp 400.000.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia memiliki beragam kesenian dan kebudayaan yang keindahannya tak perlu diragukan lagi. Beragam cara dilakukan untuk memperkenalkan serta melestarikan kesenian dan kebudayaan itu kepada masyarakat luas. Sebuah acara bertajuk “Plewo Doi” hadir mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat kesenian dan kebudayaan khas Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
"Banyak kesenian Indonesia yang masih terpendam bahkan sudah hilang. Kami ingin mencoba mengangkat tenun ikat pewarna alam yang selama ini tidak pernah terdengar dan terlihat di masyarakat luas," ujar Co-founder Noesa, Cendy Mirza, Kamis (21/5/2015).

Plewo Doi merupakan festival yang dibuat untuk menghadirkan potensi-potensi lokal dalam unsur kebudayaan Indonesia. Plewo Doi sendiri berarti memperkenalkan diri dalam Bahasa Sikka. Dalam acara ini, beragam kebudayaan Sikka coba dihadirkan, mulai dari proses tenun ikat hingga pewarnaan pewarnaan natural.

"Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat luas tentang pembuatan tenun ikat, pewarnaan alam, arti motif yang terkandung dalam kain ikat dan juga memberikan ruang kepada pengrajin di daerah agar bisa membawa dan memperkenalkan karyanya ke masyarakat yang lebih luas," tambahnya.

Festival yang digagas oleh studio Noesa ini memiliki beberapa rangkaian acara, termasuk workshop yang telah diselenggarakan pada 2-13 Mei 2015 lalu. Workshop tersebut meliputi workshop tenun, workshop ikat, workshop pintal, hingga workshop pewarnaan. Tak berhenti sampai di situ, Plewo Doi masih memiliki rangkaian acara lain yang akan digelar pada 22-24 Mei 2015, salah satunya adalah pameran seni.

"Pameran ini menjadi ruang bagi para pecinta dan pemerhati seni dan juga budayawan untuk bergabung dan secara aktif memberi dukungan dalam upaya pelestarian seni dan budaya di Indonesia," lanjut Cendy.
 
Dalam acara yang digelar di Dia.lo.gue Artspace Kemang itu juga akan ada penampilan seni tradisional Sikka, mulai dari tari hingga penampilan musik. Beberapa tari yang akan dipentaskan adalah Tari Bitek Wua Ta’a, Tari Roa Muu, Tari Tua Reta Lou, dan Tari Leke. Sementara ada juga pertunjukkan akustik dari Junior Soemantri, serta pertunjukkan musik Gambus dan Lagu Manunggo.

Bagi yang masih penasaran mengikuti workshop, masih tersedia satu workshop lagi mengenai pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami. Pewarnaan tersebut menggunakan daun indigo untuk warna biru, akar mengkudu untuk warna kuning, daun mangga untuk warna hijau, serta kuning yang menggunakan kunyit.

Pengunjung juga akan diperkenalkan dengan salah satu tradisi bersirih dari Sikka, yakni sirih pinang. Sirih pinang merupakan rokok yang terbuat dari daun papirus dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Akan ada pameran dan juga bazar yang turut meramaikan festival ini.

Dengan adanya acara ini, Cendy berharap nantinya semakin banyak lagi masyarakat Indonesia, khususnya anak muda yang tertarik dan peduli pada kesenian budaya Indonesia dan bisa bersama-sama mengangkat kebudaayan Indonesia agar tidak hilang dimakan waktu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Jalan Jalan
6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

Jalan Jalan
Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.