Ardana: BBTF 2015 Hasilkan Transaksi Rp 9,4 Triliun

Kompas.com - 14/06/2015, 10:36 WIB
Jumpa pers di ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis (11/6/2015). Dari kiri ke kanan: Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Ketua Penyelenggara BBTF 2015 Ketut Ardana, Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Ngurah Wijaya. BBTF 2015 berlangsung hingga Sabtu (13/6/2015). BBTF adalah acara pameran pariwisata tahunan yang diadakan setiap bulan Juni berkenaan dengan Pesta Kesenian Bali. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAJumpa pers di ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis (11/6/2015). Dari kiri ke kanan: Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Ketua Penyelenggara BBTF 2015 Ketut Ardana, Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Ngurah Wijaya. BBTF 2015 berlangsung hingga Sabtu (13/6/2015). BBTF adalah acara pameran pariwisata tahunan yang diadakan setiap bulan Juni berkenaan dengan Pesta Kesenian Bali.
EditorI Made Asdhiana
NUSA DUA, KOMPAS.com - Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 yang dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, Rabu (11/6/2015) lalu bertujuan untuk mempromosikan tidak hanya pariwisata di Bali namun juga wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Pada hari terakhir, Sabtu (13/6/2015), BBTF 2015 mencatat bahwa tahun ini berhasil mempertemukan 176 penjual dari Bali dan beberapa wilayah lain di tanah air seperti Toraja, Makassar, Flores, Lombok, Sumbawa, Kepulauan Riau, Tanjung Puting, dan lainnya dengan 171 pembeli yang datang dari 28 negara.

Khusus selama 2 hari, dari 3 hari acara dijadwalkan pertemuan antara penjual dan pembeli yang sudah diatur jauh hari sebelum acara. Aktivitas pertemuan antara penjual dan pembeli ini mulai berlangsung sejak Rabu (10/6/2015). Sementara di hari keempat, Sabtu (13/6/2015), BBTF dibuka untuk umum agar memberikan kesempatan kepada konsumen untuk bertemu langsung dengan penjual dan mendapatkan informasi mengenai tujuan-tujuan wisata yang ada di Indonesia.

ARSIP BALI AND BEYOND TRAVEL FAIR 2015 Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali berlangsung Rabu (10/6/2015) hingga Sabtu (13/6/2015). BBTF adalah acara pameran pariwisata tahunan yang diadakan setiap bulan Juni berkenaan dengan Pesta Kesenian Bali. BBTF bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata nusantara dengan membawa pembeli potensial dan pelaku bisnis pariwisata Indonesia dalam satu forum.
Siaran pers BBTF 2015 kepada KompasTravel menyebutkan BBTF berhasil memuaskan para peserta baik penjual maupun pembeli. Pemberlakuan biaya pendaftaran bagi pembeli yang dikembalikan kembali di akhir acara terbukti mendatangkan pembeli yang berkualitas.

“Para pembeli di BBTF 2015 ini lebih berkualitas. Walaupun jumlah pembeli yang datang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, namun pembeli yang ada saat ini menunjukkan ketertarikan untuk tahu lebih mendalam mengenai tujuan wisata yang ditawarkan dan serius ingin berbisnis,” ungkap Girda Safitri, Marketing Manager Flores Destination Management Organization.

Pendapat yang serupa juga dilontarkan oleh Merita Ekawaty Mustika, Kepala Seksi Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar. “Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi pariwisata kota kami. Ada beberapa pembeli dari Amerika dan Malaysia yang menunjukkan keinginan yang kuat untuk mengunjungi Makassar. Melalui expo ini mereka akhirnya mengetahui bahwa Makassar juga memiliki obyek wisata dan menarik untuk dikunjungi,” paparnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta (ketiga dari kiri) usai membuka pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis (11/6/2015). BBTF berlangsung hingga Sabtu (13/6/2015). BBTF adalah acara pameran pariwisata tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata nusantara dengan membawa pembeli potensial dan pelaku bisnis pariwisata Indonesia dalam satu forum.
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, pada saat konferensi pers di acara pembukaan mengemukakan Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap BBTF menjadi acara tahunan dan nantinya akan melibatkan penjual dari luar negeri juga.

Ternyata harapan yang serupa juga datang dari para peserta BBTF. “BBTF 2015 ini lebih teratur dalam hal pengaturan tempat dan para penjual juga lebih perhatian di dalam menata ruangnya sehingga area pameran tampak lebih menarik. Walaupun pembeli yang datang lebih sedikit namun mereka lebih serius dan lebih prospektif dalam berbisnis. Semoga tahun depan BBTF lebih fokus terhadap resort dan mengekspos tujuan-tujuan wisata menarik lainnya di Indonesia,” ujar Jeffrey Wibisono dari Alaya Hotels.

Kabupaten Maluku Tenggara pun turut mengenalkan potensi pariwisata yang dimilikinya. Menurut Alexander J Wiyono dari Badan Promosi Pariwisata Maluku, selama ini keindahan Maluku Tenggara belum dikenal luas karena terkendala promosi. "Sehingga melalui BBTF ini kita perkenalkan keindahan Pantai Ngur Tavur. Wisatawan bisa berjalan pada hamparan pasir sepanjang 2 kilometer saat air laut surut," ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dari kiri ke kanan: Andy Eric Manuhutu, Konsultan Percepatan Pariwisata Maluku Tenggara; Meentje Simatauw; dan Alexander J Wiyono dari Badan Promosi Pariwisata Maluku di acara Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/6/2015).
Gede Danantara, Marketing Executive Grand Komodo Tours and Dives menyatakan hal senada. Melalui BBTF, Grand Komodo mendapatkan manfaat bahwa obyek wisata yang "dijual" yakni Komodo dan Raja Ampat mulai dikenal pembeli luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X