Kompas.com - 18/06/2015, 08:06 WIB
Batu Solor masih tersusun rapi dan berdiri tegak di tengah perbukitan di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. KOMPAS.COM/AHMAD WINARNOBatu Solor masih tersusun rapi dan berdiri tegak di tengah perbukitan di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.comBondowoso adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki ribuan situs-situs arkeologi yang tersebar di wilayah-wilayah kecamatan. Situs-situs arkelogi tersebut berupa batu besar peninggalan zaman megalitikum. Situs-situs megalitikum itu diakui menjadi daya tarik pariwisata Kabupaten Bondowoso.

“Untuk sejarah dan purbakala di Bondowoso sangat bagus karena dari dulu sudah terkenal dengan budaya megalitiknya. Kalau situs-situs yang paling khas kita punya Batu Kenong di Kecamatan Grujugan,” kata Kepala Seksi Kesejarahan dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Perhubungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Heri Kusdaryanto kepada KompasTravel usai acara Lokakarya Menggali Sejarah Kerajaan Cantung untuk Menemukenali Nilai Budaya dan Kesejarahan Kalimantantan di Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Selain Batu Kenong, situs-situs megalitikum di Kabupaten Bondowoso terbilang cukup beraneka ragam. Heri mengatakan bahwa benda-benda peninggalan zaman batu besar tersebut seperti sarkofagus, kubur bilik, menhir, dolmen, dan batu dakon. Jumlah situs-situs megalitikum di Kabupaten Bondowoso pun berjumlah ribuan.

“Terakhir yang kita data ada 1.123 buah. Beberapa situs ada yang terkumpul pada satu tempat. Ada juga yang mencar-mencar (terpisah) jauh,” kata Heri.

Wisatawan yang mengunjungi situs-situs megalitikum tersebut beragam. Heri menuturkan wisatawan-wisatawan yang datang mulai dari anak-anak sekolah hingga peneliti-peneliti.

“Jadi semua hampir peneliti dari UGM (Universitas Gajah Mada), UI (Universitas Indonesia) kalau mau meneliti megalitikum di Jawa Timur pasti ke Jawa Timur. Kalau anak-anak sekolah ada yang datang dari Situbondo dan Banyuwangi. Biasanya berbus-bus,” ujarnya.

Untuk kunjungan wisatawan, Heri mengaku wisatawan dari luar daerah Bondowoso lebih banyak yang datang. Situs Glingseran dan Wringin, lanjutnya, dalam satu bulan mencapai 500 pengunjung yang datang.

Bondowoso merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan dengan Situbondo di sisi utara, Banyuwangi di timur, Jember di selatan, dan Probolinggo di barat. Kabupaten Bondowoso memiliki suhu yang dingin karena berada diantara Pegunungan Kendeng Utara, Gunung Ijen, Pegunungan Hyang, dan gunung-gunung lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.