Kompas.com - 16/09/2015, 19:06 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
SAYA tahu Warung Kupat Tahu ini dari Instagram Bu Ani (mantan ibu negaraAni Yudhoyono) dan membuat saya penasaran dengan warung ini. Jadi begitu sampai Magelang, tujuan utama kuliner saya adalan mencicipi Kupat Tahu Magelang langganan Bu Ani dan Pak SBY.

Lokasinya di Jalan Tentara Pelajar Kios Nomor 14, Magelang, Jawa Tengah.

Jl. Tentara Pelajar Kios no 14
Magelang Jawa Tengah - See more at: http://wisataseru.com/2015/09/warung-langganan-pak-sby-jika-ke-magelang/#sthash.mvtxyY99.dpuf
Warungnya tidak persis di alun-alun, tetapi harus masuk jalan kecil sekitar 15 meter dari alun-alun. Begitu sampai di warung, harum bumbu kacang dan tahu yang sedang digoreng membuat saya lapar!

Warung ini sangat sederhana namun sangat terjaga kebersihannya, mulai dari kolong meja dan bangku, meja, piring, gelas, toples, dan bahkan jendela kayunya tersebut. Kemudian hal lain yang menarik perhatian saya adalah terpajangnya foto-foto sejumlah petinggi negara dan artis legendaris di dinding warung (termasuk foto Pak SBY dan Bu Ani). Memang legenda warung ini, apalagi ada tulisannya “Sejak 1942″, sebelum Indonesia Merdeka loh.

Kini yang berjualan adalah generasi ke-3 yaitu Ibu Kuntari. Bu Kuntari mengaku ia terus mencoba untuk mempertahankan keaslian rasa dan suasana supaya pelanggan bisa terus merasakan nostalgia. Untuk itu ia juga menjaga sendiri warungnya.

Ia pun tetap rendah hati, meski pelanggannya adalah kaum jetset. Kerendahan hati itu terlihat pada warung yang tetap sederhana, makanan yang tetap murah meriah, dan seperti tak terusik oleh siapa pun yang pernah makan di warungnya. Apapun pangkat dan status sosialnya, asal masuk ke warung ini, ia tetap adalah pelanggan Bu Kuntari.

Catur Guna Yuyun Ang Warung Kupat Tahu Pojok Magelang
Terus terang ini adalah pertama kalinya saya makan Kupat Tahu Magelang. Tetapi saya menganggap ini sebuah keberuntungan, karena dengan begini saya bisa tahu rasa asli kupat tahu magelang ketika besok kembali ke Jakarta.

Tak disangka, rasanya begitu spektakuler. Saya langsung jatuh cinta pada sendokan pertama. Kupatnya padat namun lembut saat dikunyah. Bumbunya fantastis! Bumbu kacang setengah cair ini terasa mengalir di seluruh dinding lidah. Manis namun sangat lembut dan tidak bikin eneg.

Terdengar lebay? Ya mungkin karena saya memang dalam posisi sangat lapar saat itu. Tetapi ini asli enak! Gorengannya terasa spesial luar dalam. Saya sampai tambah gorengan 2 kali. Gorengan bakwan yang baru saja matang dari penggorengan tersebut renyah di luar dan sedap di dalam. Apalagi jika dinikmati bersama krupuk.

Usai menikmati sepiring penuh kenikmatan ini, teman minumannya adalah es campur khas Tahu Pojok. Sejujurnya saya membayangkan es campur dengan gundukan es yang bersusu dan bersirup. Tetapi ternyata es campur cair dalam gelas ini justru malah menuntaskan kelegaan saya. Tidak terlalu manis dan tidak terlalu banyak buah, sehingga diminumnya segar sekali.

Makanan di sini juga murah. Saya makan seporsi kupat tahu, segelas es campur, 1 botol air mineral, 2 gorengan, dan 2 bungkus krupuk, hanya bayar Rp 23.000 saja. Rasanya sekembalinya saya ke Jakarta, makan di Jakarta begitu mahal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.