Kompas.com - 23/09/2015, 15:39 WIB
Perahu nelayan mengantar turis melihat atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (15/11/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPerahu nelayan mengantar turis melihat atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (15/11/2014).
EditorI Made Asdhiana
SINGARAJA, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Buleleng, Bali siap menggelar Festival Lovina, 27 September hingga 1 Oktober 2015.

"Festival Lovina tahun ini mengusung tema 'The Peace and Harmony of Lovina'," kata Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, I Gede Suyasa di Singaraja, Selasa (22/9/2015).

Menurut dia, Festival Lovina 2015 merupakan upaya nyata Pemkab Buleleng dalam hal ini Disbudpar melibatkan semua komponen masyarakat melalui keterpaduan tiga pilar, yakni pemerintah, dunia usaha bidang pariwisata, dan masyarakat.

Suyasa menjelaskan, acara akbar tersebut akan dihadiri peserta Sail Indonesia 2015, "Wonderful Sail Indonesia" dan berbagai kalangan wisatawan baik domestik maupun macanegara.

"Yang sudah dipastikan hadir yakni peserta 'Rally Yacht" Yayasan Cinta Bahari Antar Nusa, diperkirakan sekitar 66 yacht dengan dua tempat entry point yang berbeda yakni di Kupang Nusa Tenggara Timur dan Maluku," paparnya.

Menurut Suyasa, pihaknya mengemas acara tersebut berbeda dibandingkan acara yang sudah digelar setahun yang lalu agar tidak terkesan monoton serta dapat menampilkan semua potensi yang ada di sekitar obyek wisata di daerah itu.

Beberapa acara kesenian yang digelar berupa pementasan seni dan budaya khas Bali Utara dan juga kesenian tradisional unik dan klasik seperti "Sampi Gerumbungan", "Shang Hyang Legong Dedari", "Sang Hyang Memedi" dan tarian "Selat Segara" massal melibatkan sebanyak 10 penari.

Bukan hanya itu saja, disediakan pula satu panggung tambahan di Desa Kaliasem, menampilkan grup band musik modern disertai beberapa model kesenian modern," katanya sembari menambahkan Festival Lovina tahun ini menyediakan dua panggung sebagai tempat pentas.

Mantan Kepala Bappeda Buleleng itu menuturkan, secara umum festival terbesar di Lovina itu melibatkan sebanyak 20 sanggar seni, 13 stan kuliner, 15 stan kerajinan dan dua buah stan industri. "Hal ini dilakukan sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi yang ada di Buleleng," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.