Kompas.com - 07/10/2015, 09:55 WIB
EditorI Made Asdhiana
DENGAN teknologi Street View, perusahaan internet Google ikut menyebarluaskan keindahan Indonesia kepada publik internasional. Tak hanya merekam jalan-jalan perkotaan, kamera Google juga mengeksplorasi belasan candi di Tanah Air. Panorama visual itu dipadukan dengan kumpulan informasi ihwal sejarah dan kekayaan candi-candi kebanggaan Nusantara.

Cuaca di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sedikit mendung. Meski demikian, para wisatawan terus-menerus hilir mudik ke sejumlah bagian candi sambil mendengarkan tuturan pemandu wisata dan sesekali berfoto-foto. Di antara kumpulan turis itu, sosok Eko Pramono (38) tampak menonjol.

Karyawan Google Indonesia tersebut menggendong sebuah ransel dengan tiang dan sebuah lingkaran besi di atasnya. Dengan beban di pundaknya itu, Eko mengelilingi beberapa area Candi Borobudur. Namun, langkahnya kerap terhenti karena sejumlah pelancong mengajaknya mengobrol atau berfoto.

Sore itu, Eko sedang memperagakan bagaimana gambar Street View Candi Borobudur diambil. Ransel yang digendongnya ke sana-kemari itu bukan tas, melainkan sebuah peralatan kamera yang disebut sebagai Street View Trekker.

Street View merupakan salah satu fitur dari Google Maps yang memungkinkan pengguna internet melihat panorama suatu tempat dengan sudut 360 derajat. Teknologi itu bisa dimanfaatkan warga atau wisatawan untuk melihat tempat yang akan mereka tuju, menentukan panduan mengemudi, atau untuk mengenal suatu kota dengan lebih dalam. Street View bisa diakses dari laman http://maps.google.co.id/streetview/.

Dengan layanan itu, kita bisa menikmati panorama obyek wisata termasyhur dunia, seperti Piramida di Mesir, Taj Mahal di India, Menara Eiffel di Perancis, atau bahkan Gedung Burj Khalifa di Uni Emirat Arab yang menjadi latar film Mission Impossible- Ghost Protocol.

Melalui teknologi itu pula, kita bisa plesiran ke Taman Nasional Yosemite di Amerika Serikat, dilanjutkan bertualang ke Taman Nasional Samburu di Kenya, lalu menikmati keanekaragaman hayati Kepulauan Galapagos tanpa harus membuang banyak waktu, tenaga, dan biaya.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Eko Pramono, karyawan Google Street View, menggendong alat Street View Trekker yang digunakan untuk mengambil imaji panorama dengan sudut 360 derajat di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2015). Alat berupa kamera dengan 15 lensa yang memiliki berat sekitar 20 kilogram tersebut memungkinkan pengambilan gambar 360 derajat di sekitar jalur yang dilewati pengguna alat itu.
Luaskan jangkauan

Indonesia juga tak luput dari kamera Street View. Pada tahun 2014, Google resmi meluncurkan gambar Street View sejumlah tempat umum dan jalan di beberapa kota besar Indonesia. Tak puas dengan itu, tahun ini Google meluaskan jangkauan Street View ke sejumlah situs warisan budaya Tanah Air.

Pada Minggu (27/9/2015), Google meluncurkan gambar Street View 11 candi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesebelas candi yang kini bisa dinikmati lewat layanan Street View itu adalah Candi Borobudur, Candi Barong, Candi Ijo, Candi Kalasan, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Sambisari, Candi Sari, dan Candi Sewu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.