Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemda Pasif Kembangkan Destinasi Wisata MICE

Kompas.com - 09/10/2015, 09:16 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com - Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata dan Buatan Kementerian Pariwisata Sarman Pamungkas menyatakan pemerintah daerah di 16 destinasi Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) hingga saat ini belum bergeliat dan masih pasif.

"Destinasi MICE yang sudah dipetakan belum ada sikap proaktif positif dari pemerintah daerah setempat. Padahal potensi wisata MICE di daerah-daerah yang sudah dipetakan itu sangat besar dan sangat prospek guna dikembangkan lebih baik dan lebih berkualitas," kata Sarman, di sela acara lokakarya terkait MICE di Kuta, Bali, Kamis (8/10/2015).

Sarman mengatakan selain Bali dan Jakarta, destinasi wisata MICE lainnya belum berkembang dengan baik, karena pemda setempat belum antusias menyambutnya atau proaktif mengerjakan dan membangun wisata MICE di daerah masing-masing.

"Jika kebijakan pemimpin di daerah yang bersangkutan menjadi tantangan besar dalam pengembangan destinasi wisata MICE. Karena banyak pemimpin di daerah yang tak memberikan perhatian terhadap wisata MICE," ujar Sarman didampingi Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan MICE dan Event Politeknik Jakarta, Heri Setyawan.

Menurut Sarman, dalam menggarap MICE, pemda setempat ada yang fokus dengan MICE, ada yang hanya sekadarnya saja. Padahal, untuk wisata MICE, harus dipegang oleh pemimpin profesional di daerah yang bersangkutan.

Untuk itu, Sarman mengaku dalam waktu dekat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Kriteria Wisata MICE.

Permen ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi daerah-daerah yang sudah dipetakan menjadi destinasi MICE dan juga daerah lainnya di luar 16 daerah tersebut untuk mengidentifikasi dirinya terkait dengan wisata MICE.

"Saat ini sedang disiapkan draft kajian akademisnya dan tidak lama lagi akan terbit Permen Pariwisata terkait Kriteria MICE itu sendiri," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com