Kompas.com - 11/12/2015, 09:14 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS - Wisata syariah yang dikembangkan di Indonesia beberapa tahun terakhir dinilai belum mempunyai alat ukur yang tepat untuk mengetahui perkembangannya. Karena itu, Indonesia belum mempunyai angka pasti mengenai wisata syariah hingga saat ini.

”Selama ini sebenarnya Indonesia sudah menjual paket-paket syariah, tetapi tidak diberi nama sebagai wisata syariah, misalnya. Wisata ziarah Wali Songo sudah termasuk wisata syariah. Namun, itu tidak dikemas sebagai wisata syariah. Akhirnya, (wisata itu) dihitung sebagai wisata umum,” kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir seusai meresmikan promosi Wisata Syariah di Tanah Air, di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Menurut Tazbir, promosi wisata syariah harus terus dikembangkan agar masyarakat semakin tahu wisata syariah. ”Saat ini, banyak negara non-Muslim seperti Korea, Jepang, dan Thailand mengembangkan secara besar-besaran wisata syariah,” katanya.

Wisata syariah di Indonesia memiliki kelebihan dibandingkan dengan negara lain karena selain semua fasilitas disediakan dengan konsep halal, Indonesia juga memiliki obyek-obyek syariah.

”Kalau di negara lain, paling hanya makanan saja yang halal. Kalau Indonesia, kita memiliki destinasi wisata syariah, seperti makam Wali Songo dan sebagainya,” kata Tazbir.

KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA Tradisi Praje Besunat dari masyarakat suku Sasak Lombok meriahkan carnaval bulan budaya Lombok Sumbawa. Acara digelar di sepanjang Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Selasa (18/8/2015).
Secara terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan penghargaan kepada pelaku usaha pariwisata di bidang wisata bahari, wisata budaya, wisata alam, dan wisata buatan.

Penganugerahan itu diberikan sebagai penghargaan kepada pelaku usaha pariwisata yang berupaya menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. ”Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan menjadi isu dunia dan mendapat perhatian semua negara dalam meningkatkan daya saing global,” kata Arief.

Tahun 2015, posisi pariwisata Indonesia berada pada peringkat atau peringkat ke-50 dari 141 negara. Pariwisata Indonesia memiliki keunggulan antara lain harga kompetitif dan sumber daya alam. Kelemahannya, infrastruktur pariwisata, kebersihan, dan kelestarian lingkungan. (ARN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.