Kompas.com - 19/12/2015, 10:33 WIB
Wisatawan menyaksikan erupsi Gunung Bromo dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/12/2015). Walaupun masih bisa melihat dari jarak di luar 2,5 kilometer dari Gunung Bromo dan melihat matahari terbit, terkait status Siaga Gunung Bromo membuat wisatawan yang berkunjung turun drastis hingga 90 persen. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAWisatawan menyaksikan erupsi Gunung Bromo dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/12/2015). Walaupun masih bisa melihat dari jarak di luar 2,5 kilometer dari Gunung Bromo dan melihat matahari terbit, terkait status Siaga Gunung Bromo membuat wisatawan yang berkunjung turun drastis hingga 90 persen.
EditorI Made Asdhiana
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Peningkatan aktivitas Gunung Bromo yang mengalami erupsi dengan status siaga tak menyurutkan kunjungan wisatawan mancanegara ke gunung setinggi 2.392 meter di atas permukaan air laut tersebut.

"Kami sudah mendengar tentang aktivitas Gunung Bromo, tapi itu tak masalah," ujar salah seorang wisatawan mancanegara asal Belanda, Meika, ketika ditemui di Dusun Cemara Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Jumat (18/12/2015).

Meika yang datang bersama lima rekannya tersebut, mengaku tidak takut untuk mengunjungi Gunung Bromo meski statusnya dalam keadaan siaga dan kepulan asap keluar dari kawah.

Ia bahkan menilai sebuah fenomena eksotis yang jarang dijumpainya ketika berkunjung ke wisata-wisata pegunungan lainnya di negara mana pun.

"Saya tidak takut ke sini, dan lihatlah pemandangannya sangat eksotis. Sebuah gunung yang indah," ucapnya.

Hal senada disampaikan Mike, rekan senegaranya yang juga mengaku tak takut berwisata ke Gunung Bromo.

"Kami tahu sedang ada aktivitas di Bromo, tapi kami juga paham aturannya. Tidak apa-apalah meski tidak sampai ke sana," ucapnya sembari menunjuk ke arah kawah kaldera.

Sementara itu, salah seorang pedagang di titik Cemara Lawang Jaus, mengaku pendapatan per harinya menurun saat penetapan status siaga dan kawasan di area 2,5 kilometer dari kawah ditutup.

"Kalau dulu pendapatan per hari bisa Rp 100 ribu ke atas, tapi sekarang Rp 50-60 ribu setiap hari," ujar pedagang makanan dan minuman yang memiliki warung tenda sederhana itu.

Tokoh masyarakat Desa Ngadisari, Supoyo, mengakui adanya penurunan dari pendapatan pedagang maupun pemilik jasa tunggang kuda akibat erupsi Bromo.

Kendati demikian, ia menjamin bahwa keadaan di luar jarak ditentukan tidak ada masalah dan pengunjung bisa kapan pun datang melihat keindahan gunung yang namanya populer di dunia pariwisata tersebut.

"Masyarakat sekitar juga masih beraktivitas seperti biasanya. Masyarakat juga tahu seluk-beluk Gunung Bromo sehingga sudah diantisipasi dan mereka percaya bahwa ini bukan bencana. Silakan siapa saja berkunjung," kata anggota DPRD Kabupaten Probolinggo itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Paket Piknik di Bromo dan Cara Pesannya

Harga Paket Piknik di Bromo dan Cara Pesannya

Jalan Jalan
Piknik Lesehan di Bromo, Sarapan Outdoor dengan Pemandangan Indah Gunung Bromo

Piknik Lesehan di Bromo, Sarapan Outdoor dengan Pemandangan Indah Gunung Bromo

Jalan Jalan
AirAsia Buka Lagi Rute Surabaya-Lombok, Permudah Mobilitas Masyarakat

AirAsia Buka Lagi Rute Surabaya-Lombok, Permudah Mobilitas Masyarakat

Travel Promo
Bandara Halim Tutup Sementara, Batik Air dan Wings Air Sesuaikan Operasional

Bandara Halim Tutup Sementara, Batik Air dan Wings Air Sesuaikan Operasional

Travel Update
20 Maskapai Terbaik Dunia Versi World Airline Awards, Ada Garuda Indonesia

20 Maskapai Terbaik Dunia Versi World Airline Awards, Ada Garuda Indonesia

Jalan Jalan
Akuarium di California Gelar Pameran Hewan Laut Dalam yang Langka

Akuarium di California Gelar Pameran Hewan Laut Dalam yang Langka

Travel Update
Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

Travel Promo
15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

Jalan Jalan
Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.