Kompas.com - 31/12/2015, 09:18 WIB
Salah satu bagian dari Puncak Indah Mardadi di Desa LowuLowu, Kecamatan LeaLea, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Dari atas puncak, dapat dilihat teluk Kota Baubau dengan laut nan biru dan pulau kecil yang ada di sekitarnya. KOMPAS.COM/DEFRIATNO NEKESalah satu bagian dari Puncak Indah Mardadi di Desa LowuLowu, Kecamatan LeaLea, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Dari atas puncak, dapat dilihat teluk Kota Baubau dengan laut nan biru dan pulau kecil yang ada di sekitarnya.
|
EditorI Made Asdhiana
BAUBAU, KOMPAS.com - Angin Semilir begitu terasa sesaat setelah tiba di atas puncak batu. Ketenangan sangat terasa di atas puncak, yang terdengar hanyalah kicauan burung kecil yang hinggap di dahan pohon.

Dari atas puncak batu, terdapat pemandangan yang indah. Terlihat ketenangan teluk Buton yang tenang dan pulau-pulau kecil lainnya. Inilah Puncak Indah Mardadi, salah satu destinasi wisata yang terdapat Desa LowuLowu, Kecamatan LeaLea, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Menurut penjaga Puncak Indah Mardadi, Aryani (40), dahulu, puncak tersebut merupakan kebun milik keluarganya. Namun karena keindahan dari atas puncak, membuat ayahnya, Ahmad Mardadi, menginginkan orang lain juga dapat menyaksikan keindahan atas puncak tersebut.

"Ayah selalu menyaksikan keindahan ini sendirian. Dia ingin berbagi agar orang lain juga ikut merasakan betapa indahnya Teluk Buton dari atas puncak batu ini," kata Aryani, Rabu (30/12/2015).

Perlahan-lahan, Ahmad kemudian mengubah kebun menjadi tempat wisata. Ahmad mengumpulkan uang pensiunnya untuk membangun tempat persinggahan. Dari hasil kerja kerasnya, pada tahun 2005, tempat tersebut mulai dibuka untuk umum.

"Tahun 2011, puncak ini sudah terdaftar di Dinas Pariwisata Kota Baubau. Dulu kami sekeluarga tidak setuju kebun ini dibangun untuk menjadi tempat wisata. Tapi sekarang baru setuju, ternyata ini hasilnya banyak pengunjung baik lokal dan asing datang ke puncak ini," ujarnya.

Aryani menuturkan, para pengunjung yang datang ke puncak biasanya warga sekitar Kota Baubau dan Kendari. Para pengunjung biasanya datang di pagi dan sore hari untuk melihat matahari terbit dan terbenam di atas ketinggian Puncak Indah Mardadi.

"Kalau pengunjung datang dikenakan karcis masuk untuk dewasa sebesar Rp 2.000 per orang dan anak-anak Rp 1.000 per orang. Saat ini kami mau bangun fasilitas pelan-pelan, seperti kamar mandi dan juga tempat duduk," ucap Aryani.

Pemandangan dari atas Puncak Indah Mardadi menyuguhkan pemandangan laut Teluk Kota Baubau, beberapa pulau dan pemandangan hijau dari hutan buton. Bila anda berkunjung Kota Baubau, jangan lupa untuk berkunjung ke Puncak Indah Mardadi, di mana waktu tempuh hanya sekitar 30 menit dari Kota Baubau.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Travel Update
Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Travel Promo
Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.