Pemerintah Ingin Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Bertaraf Internasional

Kompas.com - 03/02/2016, 07:42 WIB
Pemandangan Danau Toba di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (19/4/2015). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang tercipta dari hasil letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) pada 75.000 tahun silam. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPemandangan Danau Toba di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (19/4/2015). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang tercipta dari hasil letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) pada 75.000 tahun silam.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bertekad menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional. Kebijakan ini terus dimatangkan dalam rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan diikuti kementerian-kementerian terkait.

"Untuk pengembangan Danau Toba, saya minta segera diperkuat konektivitas, baik yang berkaitan dengan pelabuhan, bandara dan jalan," kata Jokowi, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Jokowi menyampaikan telah menerima laporan dari menteri terkait yang telah meninjau ke lokasi beberapa waktu lalu. Ia juga meminta disiapkan strategi pemasaran efektif yang dikemas dengan berbagai acara tradisional khas Danau Toba.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, setelah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional, kemudian pemerintah akan mengelolanya secara terpadu. Untuk itu, diwacanakan juga pembentukan badan otoritas destinasi pariwisata nasional Danau Toba.

Selanjutnya, kata Arief, pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Danau Toba dalam setahun menjadi satu juta wisman. Saat ini, jumlah wisman yang mengunjungi Danau Toba dalam setahun hanya sekitar 250.000 wisman.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Penduduk menonton atraksi paralayang di Bukit Siulakhosa, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Paralayang merupakan rangkaian kegiatan Festival Danau Toba 2013 yang digelar 8–14 September 2013.
"Investasi tahap pertama proyeksinya Rp 20 triliun. Rp 10 triliun dari government investment dan Rp 10 triliun kita harapkan dari swasta," ucap Arief.

Arief menegaskan, pemerintah juga akan mempercepat terbitnya Peraturan Presiden mengenai pembentukan Badan Otoritas Danau Toba, percepatan pembangunan infrastruktur, dan penetapan kawasan otoritas.

Danau Toba merupakan satu dari 10 obyek pariwisata yang diprioritaskan pemerintah untuk dikembangkan tahun 2016. Selain Danau Toba, objek pariwisata lainnya adalah Candi Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X