Kompas.com - 20/02/2016, 10:35 WIB
Anak-anak bajang mengikuti tradisi potong rambut gimbal di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (2/8/2015). KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAAnak-anak bajang mengikuti tradisi potong rambut gimbal di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (2/8/2015).
|
EditorI Made Asdhiana
BANJARNEGARA, KOMPAS.com – Setelah kembali sukses pada gelaran sebelumnya, Dieng Culture Festival ke-7 kembali dibuka tahun ini. Bagi Anda yang ingin melihat serunya acara ini, cepatlah buru tiketnya sebelum kehabisan.

Dieng Culture Festival ke-7 digelar pada Jumat-Minggu, 5-7 Agustus 2016. Berbagai event dalam festival disiapkan, seperti Harmoni Jiwa dan Jazzatasawan tanggal 5 Agustus, kemudian Rampak Budaya dan Gerlap Lampion pada 6 Agustus.

Berikutnya, Ekspedisi Gunung Pangonan serta pencukuran Ruwat Rambut Gembel menjadi event pungkasan pada Minggu, 7 Agustus. Festival digelar dengan tema “The Soul of Culture.”

Ketua Dieng Culuture Festival ke-7, Alif Fauzi mengatakan festival budaya di Dieng kembali digelar untuk menggairahkan sektor pariwisata di Dieng.

Setidaknya berdasarkan pengalaman sebelumnya, ribuan orang datang untuk menyaksikan festival tahunan ini.

Event itu semula lahir 2004. Tahun 2009 kemudian diangkat dengan paduan seni budaya dan wisata masa kini. Kami ingin Dieng Culture ini bisa mendunia, seperti Borobdur International Festival,” kata Alif, Jumat (19/2/2016).

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Wisatawan melihat prosesi anak-anak bajang yang mengikuti tradisi potong rambut gimbal di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (2/8/2015). Tradisi potong gimbal sebagai simbol memohon keselamatan itu menjadi atraksi budaya yang menarik wisatawan.
Ketua Paguyuban Wisata Dieng Pandawa itu mengatakan, tiket untuk Dieng Culture Festival ke-7 tersebut sudah bisa dipesan di website dieng.id. Tiket untuk tiap orang untuk tahun ini dipatok Rp 250.000, naik Rp 50.000 dari tahun sebelumnya.

Kendati harga naik, atensi wisatawan melihat acara ini terbilang tinggi. Tahun lalu, dua bulan sebelum gelaran, tiket telah habis dipesan. Homestay yang ada juga hampir penuh dipesan para pengunjung.

Menurut Alif, dari uang tiket yang dibayarkan, pengunjung nantinya akan bisa lebih terlibat dan terhibur. Dari tiket itu, wisatawan akan mendapatkan suvenir, lampion, dan kaus Dieng.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.