Kompas.com - 28/02/2016, 10:16 WIB
Air Terjun Jantur Mapan di Kutai Barat, Kalimantan Timur. KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITAAir Terjun Jantur Mapan di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
|
EditorI Made Asdhiana
SENDAWAR, KOMPAS.com - Masyarakat prihatin dengan kondisi tanah Borneo yang mulai dipangkas sana sini untuk alih fungsi hutan. Beberapa telah gundul, dibakar, bahkan berganti menjadi lahan sawit dan pertambangan.

Sangat disayangkan jika potensi alam yang indah seperti hutan, danau, air terjun, akan berakhir dengan eksploitasi hasil tambang.

Tak ingin kerusakan berlanjut, penduduk setempat memanfaatkan kekayaan Kalimantan dengan membuka tempat wisata. Kampung Linggang Melapeh satu-satunya daerah yang ditetapkan pemerintah sebagai tempat wisata di Kutai Barat.

Letaknya berada di Kecamatan Linggang Bingung, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sementara di tempat lain, setiap kota atau kabupatennya memiliki ratusan daerah yang ditetapkan sebagai kampung wisata.

KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA Akses jalan di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
"Kita jadikan tempat wisata untuk menghindari lahan yang ditumbuhi oleh bukan pohon. Kita coba jaga hutan dengan itu," kata Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata di Kalimantan Timur, Paran.

Salah satu tempat wisata kebanggaan Linggang Melapeh yaitu Danau Aco yang terletak di puncak bukit. Kawasan ini baru dibuka untuk umum pada 2012.

Kelompok Sadar Wisata menentang adanya alih fungsi hutan menjadi pertambangan dan kebun sawit sehingga mereka mendampingi masyarakat sekitar untuk membenahi danau Aco dan beberapa tempat lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biar begini (jadi tempat wisata) aja. Karena orang Dayak ini tergantung betul dengan hutan. 80 persen orang ini masih berjalan-jalan dalam hutan," kata Paran.

Masih banyak kekayaan alam di Linggang Melapeh yang bisa dijadikan tempat wisata. Kampung itu memiliki 27 air terjun yang mayoritas belum dibuka untuk umum karena belum ada akses ke sana.

KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA Humas WWF Indonesia di Kaltim, Sri Jimmy Kustini.
Salah satu air terjun yang bisa dicapai yaitu Jantur Mapan. Sekilas dari tepi jalan, air terjun ini tidak terlihat. Letaknya bersembunyi di tengah rimbunnya pepohonan.

Untuk mencapai derasnya aliran anak Sungai Mahakam itu, pengunjung harus menuruni tangga dari kayu. Tinggi air terjun sekitar 10 meter. Airnya jernih hingga nampak dasar sungainya.

Selain danau dan air terjun, di puncak kampung Linggang Melapeh juga terdapat lahan wisata edukasi. Di tempat itu ditanami berbagai macam tanaman herbal dan tumbuhan yang jarang ditemui di kota-kota besar.

Ada pula track untuk para pecinta hiking dengan waktu tempuh empat jam berjalan kaki untuk menikmati pemandangan dari bukit satu ke bukit lainnya.

Humas World Wide Fund (WWF) for Nature di Kaltim, Sri Jimmy Kustini mengatakan, kini banyak hutan lindung yang menjadi tempat wisata pendidikan atau penelitian.

KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA Akses jalan di Kutai Barat, Kalimantan Timur yang membelah hutan perbukitan.
WWF mendampingi masyarakat sekitar untuk melindungi hutan mereka jangan sampai dieksploitasi oleh kepentingan tertentu.

Karena hampir di sepanjang Sungai Mahakam, pepohonan sudah dibabat habis karena alih fungsi. Tanah pun tidak bisa lagi menyerap air sehingga sering terjadi erosi.

"Tapi kini tidak ada lagi penambangan liar di samping sungai karena Perda untuk penertiban area tambang. Yang sekarang masih itu perkebunan sawit yang buang pestisida dan pupuknya di aliran sungai," kata Jimmy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.